Kantong kresek bekas menjadi salah satu limbah yang menarik untuk dimanfaatkan karena penggunaannya sangat luas. Hampir setiap aktivitas belanja menghasilkan kantong plastik. Jika hanya digunakan sebentar kemudian dibuang, umur pemakaiannya sangat singkat, sementara plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami.

Tutup botol plastik juga tidak kalah menarik. Bentuknya kecil sehingga sering dianggap tidak penting. Namun, jika dikumpulkan dari rumah, sekolah, kantor, maupun kegiatan masyarakat, jumlahnya bisa menjadi sangat banyak.
Di sinilah konsep upcycling atau peningkatan nilai guna limbah menjadi menarik. Sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih memiliki potensi.
Prosesnya Tidak Bisa Asal Campur
Namun, membuat paving block dari plastik tentu tidak cukup hanya dengan mengumpulkan semua jenis plastik kemudian mencampurnya begitu saja.

Tahap awal yang penting adalah pemilahan. Kantong kresek, tutup botol, dan jenis plastik lainnya sebaiknya dipisahkan berdasarkan karakteristik materialnya. Plastik juga perlu dibersihkan dari sisa makanan, tanah, minyak, atau kotoran lainnya.

Setelah itu, plastik dapat diproses dengan metode yang sesuai untuk jenis material dan teknologi yang digunakan. Pada proses berbasis pemanasan, misalnya, plastik dilunakkan atau dilelehkan kemudian dicampurkan dengan material lain sesuai formulasi. Campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan paving block dan dipadatkan.
