Sulap Kantong Kresek dan Tutup Botol Plastik Menjadi Paving Block Ramah Lingkungan
Pernahkah kita membayangkan bahwa kantong kresek bekas dan tutup botol plastik yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna? Salah satunya adalah paving block dari limbah plastik.

Bagi sebagian orang, kantong kresek mungkin dianggap sampah kecil yang tidak terlalu bermasalah. Begitu juga dengan tutup botol plastik. Setelah botol dibuka dan isinya diminum, tutupnya sering kali langsung dibuang. Padahal, kalau dikumpulkan dalam jumlah banyak, kedua jenis limbah tersebut bisa menjadi persoalan lingkungan yang serius.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 mencapai sekitar 141.926 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah plastik berada pada kisaran 15% hingga 20% dari total volume sampah. Artinya, setiap hari ada jumlah sampah plastik yang sangat besar yang membutuhkan penanganan.
Angka tersebut tentu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada kantong belanja, bungkus makanan, botol minuman, tutup botol, kemasan rumah tangga, dan berbagai jenis plastik lainnya yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Salah satu ide menarik adalah mengolah limbah plastik menjadi paving block.
Dari Kantong Kresek Menjadi Bahan Bernilai
Konsepnya sebenarnya sederhana: limbah plastik yang sudah tidak digunakan dikumpulkan, dipilah, kemudian diproses menjadi material yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan paving block.