Sebelum mencabut tanaman, sebaiknya tanah di sekitar batang diperiksa terlebih dahulu. Jika tanah terlalu keras dan kering, mencabut langsung bisa membuat umbi tertinggal atau patah di dalam tanah.
Biasanya batang singkong dipotong terlebih dahulu dengan menyisakan bagian tertentu agar lebih mudah ditarik. Setelah itu, tanah di sekitar pangkal tanaman digemburkan menggunakan cangkul atau alat berkebun lainnya.
Nah, di sinilah keseruannya dimulai.
Dengan sedikit tenaga, batang singkong mulai ditarik perlahan. Kadang-kadang umbi langsung terlihat muncul dari dalam tanah. Rasanya seperti menemukan sesuatu yang selama ini tersembunyi.
Kalau ternyata umbinya besar dan banyak, rasa lelah langsung terbayar.
Tidak Selalu Harus di Lahan Luas
Menanam singkong sebenarnya tidak selalu membutuhkan lahan pertanian yang luas. Jika memiliki pekarangan, lahan kosong, atau area kebun sederhana, singkong bisa menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dicoba.
Tanaman singkong relatif mudah dibudidayakan. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah menggunakan stek batang dari tanaman yang sehat. Batang tersebut ditanam di tanah dan kemudian dirawat agar mendapatkan pertumbuhan yang baik.
Perawatan tetap perlu dilakukan, terutama pada fase awal pertumbuhan. Gulma yang mengganggu tanaman sebaiknya dibersihkan. Kondisi tanah juga perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Bagi pemula yang baru belajar berkebun, singkong bisa menjadi pilihan menarik karena proses pertumbuhannya cukup mudah diamati.
Panen Bukan Sekadar Mengambil Hasil