Dulu aku pernah bercerita
Tentangmu pada ayah tercinta
Kukatakan kau wanita mulia
Yang kujaga dalam doa
Beliau tersenyum pelan
Menatapku penuh harapan
"Jika dia baik dan setia,
Bawalah dia dengan cara yang benar."
Namun waktu tak menunggu
Ayah lebih dulu dipanggil Tuhanku
Belum sempat ia melihat
Kita berdiri di pelaminan yang ia harap
Kini cinta kita terhenti
Restu keluargamu tak berpihak lagi
Aku berdiri di antara dua bakti
Cinta dan hormat yang tak bisa kupilih sendiri
Aku ingin kau jadi akhir ceritaku
Temani nafasku hingga menutup waktu
Tapi cinta kita diuji restu
Yang tak pernah menyatu
Jika mencintaimu harus melukai
Aku memilih mengalah pergi
Biar doa ayah di alam sunyi
Menjadi saksi cinta ini
Di pusara ayah aku berlutut
Rumput basah oleh air mataku
"Yah... dia wanita baik itu...
Masih ada di hatiku..."
Angin sore menyentuh wajah
Seakan ayah menjawab lirih
"Jika bukan dia takdirmu,
Ikhlaskan... jangan menyakiti lebih jauh."
Aku genggam nisan yang dingin
Menyebut namamu pelan
Di antara doa dan kehilangan
Aku belajar melepaskan...
Jika suatu hari kau bahagia
Meski bukan bersamaku
Ketahuilah...
Di pusara ayah
Namamu pernah
Kusebut dengan penuh harap
Dan aku pernah sungguh
Menginginkanmu
Menjadi akhir hidupku...