Di jalan kampus kita pernah bersama
Langkahmu ringan mengajakku berjalan
Di antara buku dan ramai manusia
Hatiku diam-diam mulai bergetar
Kau genggam hari tanpa kata cinta
Katamu kita cukup jadi sahabat
Namun matamu sering berkata lain
Membuat hatiku tak tahu arah
Di pameran buku tanganku menggenggam
Kau malu lalu mencoba menjauh
Namun saat senja hampir memisahkan
Kau justru mengajakku berjalan lagi
Aku butuh cinta yang jelas arahnya
Bukan sekadar langkah tanpa tujuan
Jika hanya sahabat yang kau inginkan
Lebih baik aku pergi perlahan
Ku pergi bukan karena tak peduli
Ku pergi agar kita tak saling luka
Jika cinta tak tumbuh di hatimu
Aku tak ingin memaksa takdir
Kini kau hidup dengan duniamu
Keluarga kecil yang kau jaga
Namun dalam tulisanmu kutemukan
Namaku di antara rindu dan benci
Suhesti... kisah kita tak pernah jadi
Kenangan indah yang penuh luka
Ada cinta yang tak pernah memiliki
Namun hidup abadi dalam jiwa