Aku tuliskan namamu di sunyi malam
Dalam diam yang tak pernah benar-benar padam
Ada rasa yang tak sempat terucap
Namun selalu hidup di setiap harap
Kata-kata ini bukan sekadar suara
Ia lahir dari luka dan cinta yang nyata
Mengalir pelan dari dalam dada
Menyusup lirih menyentuh jiwa
Jika lisanku tak mampu berkata
Biarlah tulisan ini yang bicara
Karena rasa kadang terlalu dalam
Untuk sekadar diucap dalam malam
Kata lebih tajam dari sebilah pisau
Namun juga lembut memeluk kalbu
Ia melukai, ia menyembuhkan
Dalam satu waktu yang tak terduga
Jika kau baca tiap baitku ini
Kau sedang menyentuh isi hati
Yang kusimpan diam tanpa suara
Kini ku titipkan dalam aksara
Tentang dirimu yang begitu berarti
Hadir membawa terang di hati
Meski tak selalu bisa ku miliki
Namun namamu abadi di sini
Puisi ini bukan sekadar kata
Ia adalah bahasa jiwa
Yang hanya mampu dipahami
Oleh hati yang mau mengerti