Hutan meranggas di bawah langit senja
Dua jalan membentang tak berpeta
Lama ku berdiri di batas bimbang
Mencari tanda yang tak kunjung datang
Keduanya tampak indah dan setara
Tertutup daun kuning yang rahasia
Tak ada jejak kaki yang memberi tahu
Mana yang salah, mana yang dituju
Lalu kupilih satu dengan tergesa
Hanya karena ia tampak lebih berbeda
Kukatakan pada hati yang gelisah
"Jalan yang lain kan kutempuh lusa"
Namun waktu adalah arus yang deras
Satu tikungan membuat arah bergegas
Aku tahu di dalam sudut batinku
Takkan mungkin lagi aku kembali ke situ
Kini bertahun-tahun telah berlalu
Cerita ini kerap kuulang selalu
Dengan helaan napas yang panjang
Kukisahkan bagaimana aku berjuang
Akan kukatakan pada dunia nanti
Bahwa aku memilih jalan yang sepi
Jalan yang jarang diinjak orang
Agar semua terlihat seperti pemenang
Padahal hari itu semua sama saja
Hanya sebuah nekat di dalam dada
Namun satu pilihan di ujung hari
Telah mengubah seluruh takdir diri