Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lagu - Ego Sang Pengembara

30 Mei 2026   06:44 Diperbarui: 30 Mei 2026   06:44 90 5 1


Di persimpangan waktu yang berkabut,
Aku berdiri diam, terpaku dan terpaut.
Dua jalan membentang ke arah berbeda,
Sedihnya, aku tak bisa menjadi dua raga.

Kupandang jalan pertama hingga ke ujung tikungan,
Mencari petunjuk di balik semak dan keraguan.
Berharap bisa melihat takdir yang tersimpan,
Sebelum kaki melangkah mengambil keputusan.

Lalu kupilih jalan kedua yang tampak menawan,
Kupikir ia lebih sunyi, menantang petualangan.
Ada ego yang berbisik di dalam dada,
Bahwa aku berbeda dari manusia rata-rata.

Namun aslinya, mataku saja yang pandai menipu,
Kedua jalan itu sama-sama berdebu.
Telah diinjak ribuan kaki sebelum langkahku,
Sama rata, tak ada yang benar-benar baru.

Pagi itu, daun-daun gugur menutup keduanya,
Belum ada jejak hitam yang menodai alasnya.
Ah, kusimpan jalan pertama untuk esok hari,
Meski tahu, waktu tak pernah berjalan mundur kembali.

Sutradara takdir mulai memutar roda,
Satu belokan membawa ke belokan yang berbeda.
Aku tahu saat melangkah meninggalkan sangsi,
Aku tak akan pernah bisa pulang ke titik ini.

Jauh di masa depan, bertahun-tahun dari sekarang,
Sambil menghela napas di bawah lampu yang remang,
Aku akan bercerita seolah aku seorang pahlawan:
"Aku memilih jalan yang sepi, dan itulah kunci kemenangan."