Di rimba beton Ibu Kota yang sunyi, nalar Arkan mati termakan fatamorgana. Ia pulang ke desa, ke sungai, ke sujud sepertiga malam. Namun ketenangan itu diusik: rahasia istri yang menganga, ancaman pengusaha yang merenggut tanah, dan Rayya---cinta pertama yang bangkit dari abu. Antara masa lalu dan kini, Arkan bertemu kedamaian di pelukan keluarga, setenang embun pagi tiba.
"Sebuah ziarah batin tentang pulang, memaafkan, dan pasrah kepada Sang Pemilik Ruh".