Bertahun-tahun kita berjalan bersama,
Menyusuri jalanan kota yang penuh cerita,
Engkau mengajakku melihat indahnya dunia,
Seolah ada harapan di antara kita berdua.
Engkau mengajakku menatap kampus menjulang,
Gedung-gedung tinggi berdiri begitu megah,
Kita berjalan berdampingan tanpa merasa asing,
Membuatku percaya ada rasa yang mulai merekah.
Engkau mengajakku ke pameran buku,
Menyusuri lembar demi lembar pengetahuan,
Di antara riuh manusia dan waktu yang berlalu,
Diam-diam kusimpan harapan dalam kebersamaan.
Lalu untuk apa semua perjalanan itu,
Jika akhirnya hanya sebatas teman bagimu?
Mengapa begitu indah jalan yang kita lalui,
Jika ternyata tak ada tempat untukku di hatimu?
Hanya satu jam kita duduk berbicara,
Namun cukup untuk mengubah seluruh cerita,
Segala prasangka, harapan, dan tanda tanya,
Runtuh seketika oleh sebuah kenyataan.
Aku tak menyalahkanmu atas jawaban itu,
Sebab perasaan tak pernah bisa dipaksa menyatu,
Hanya saja aku masih mencoba memahami,
Mengapa kebersamaan begitu mudah kusalahartikan sendiri.
Kini biarlah semua menjadi kenangan,
Tentang dua insan yang pernah berjalan berdampingan,
Kau pulang membawa keputusanmu,
Aku pulang membawa cerita untuk kutulis dalam buku.