Di sepertiga malam kusebut namamu,
Bersujud pilu kepada Sang Maha Tahu,
Kusangka dirimu takdir yang dititipkan,
Ternyata hanya jalan menuju penghambaan.
Kulihat kau bersanding dalam akad suci,
Sementara hatiku luruh tak terperi,
Kau berlabuh di dermaga cinta insan,
Aku karam dalam samudra kehilangan.
Kusebut ini ujian dari Ilahi,
Namun nafsuku masih enggan memahami,
Lisan berzikir, tetapi hati terbelenggu,
Menyembah kenangan yang bukan milikku.
Ya Rabb, neraka ini begitu sunyi,
Api kerinduan membakar relung hati,
Setiap helaan napas membawa namanya,
Kapan jiwaku bebas dari bayangannya?
Baru kusadari dalam fana dunia,
Tiada yang abadi selain Dia,
Cinta kepada makhluk dapat berpisah,
Cinta kepada-Mu tak pernah berpindah.
Luruhkan egoku di hadapan-Mu,
Sucikan rinduku dari belenggu nafsu,
Bila kehilangan mendekatkanku kepada-Mu,
Jadikan air mata jalan mengenal-Mu.
Kini kuserahkan segala ketentuan,
Tak lagi kupaksa kehendak kehidupan,
Jika dia bukan takdir untuk kumiliki,
Biarlah cintaku kembali kepada Ilahi.
Allah, Allah, dengarlah rintihan jiwa,
Yang tersesat mencari cinta manusia,
Bimbinglah hati menuju hakikat cinta,
Hingga fana diriku, kekal kasih-Mu selamanya.