Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Peta Perjalanan Ruhani, Kajian Islam Bersama Gus Wim

6 November 2026   06:02 Diperbarui: 6 November 2026   06:02 239 1 0


Pernahkah kita bertanya, sejauh mana perjalanan kita dalam mengenal Allah? Apakah cukup dengan melaksanakan salat, berpuasa, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak zikir? Ataukah ada perjalanan yang lebih dalam, yaitu perjalanan membersihkan hati dan mengenali hakikat diri sebagai seorang hamba?

Ketahuilah, manusia tidak hanya memiliki tubuh yang membutuhkan makanan, tetapi juga hati yang membutuhkan cahaya keimanan. Tubuh dapat terlihat sehat, sementara hati mungkin dipenuhi kesombongan, iri hati, keserakahan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Di sinilah perjalanan ruhani menjadi penting.

Dalam tradisi tasawuf Islam, dikenal empat pembahasan mendalam: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat. Syariat mengajarkan ketaatan, Tarekat mendidik hati, Hakikat membuka kesadaran tentang makna kehidupan, sedangkan Makrifat mengantarkan manusia kepada pengenalan ruhani terhadap Allah SWT.

Namun, muncul pertanyaan besar: Apakah seseorang yang telah mencapai Makrifat boleh meninggalkan Syariat? Apakah mengenal Tuhan berarti menyatu dengan-Nya? Mengapa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati?

Mari kita telusuri perjalanan ini. Sebab, tujuan tertinggi seorang hamba bukan menjadi Tuhan, melainkan semakin mengenal Allah dan semakin menyadari kehambaannya.