Tri Lokon
Tri Lokon Human Resources

Suka fotografi, traveling, sastra, kuliner, dan menulis wisata di samping giat di yayasan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Di Raja Durian Gunung Pati, Bebas Pilih Rasanya!

17 Desember 2019   08:00 Diperbarui: 26 Desember 2019   02:30 138 8 5

Wisata Durian di Raja Durian (Dokumentasi Pribadi)
Wisata Durian di Raja Durian (Dokumentasi Pribadi)
Liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru) telah tiba. Ayo mulai traveling. Kali ini saya dan teman-teman berburu kuliner yang terbilang musiman adanya. Apa itu? Ya betul. Durian. Karena musim durian kadang hanya muncul dipenghujung tahun.

Roda mobil merah yang saya tumpangi bergerak menuju salah satu sentra durian yang terkenal di Semarang. Kami memilih bukan di daerah Mijen tetapi di kawasan Universitas Semarang (Unnes) Gunung Pati. Saat itu hari Minggu, 15 Desember 2019 sore hari.

Banyak mobil sudah parkir di pinggir jalan, saat kami tiba di Raja Durian yang berlokasi di jalan Muntal. Petugas parkir begitu gesit memberikan aba-aba saat melihat mobil kami berhenti untuk parkir. 

Sarkoni, Raja Durian (Dokumentasi Pribadi)
Sarkoni, Raja Durian (Dokumentasi Pribadi)
Memasuki gubuk yang bertuliskan Raja Durian pada salah satu dinding yang menghadap jalan, tampak tumpukan durian dan yang bergelantungan, membuat tak sabar untuk segera mencicipi buah musiman ini. Bau harum durian menyergap rongga hidung. Tampak para pembeli menyantap dengan asyiknya.

Saya mendekati penjual yang sedang membuka durian dengan pisaunya sambil mengkait buah durian di ujung pisau. Lalu memberikan ke pada saya untuk dicicipi dulu. 

Begitu saya merasakan kurang enak, maka penjual mengganti ke buah lain sampai saya mengatakan ini cocok dan enak rasanya. Begitu seterusnya. Sabar dan percaya itulah prinsip dalam membeli durian.

Untuk harga per buah, penjual sudah mematok harga antara 50 ribu hingga 150 ribu. Biasanya penjual akan tanya minta harga yang berapa, baru buah durian dipilihkan dan proses mencicipi terjadi. Untuk bayar setelah dimakan. Tapi harus ingat penjual yang melayani. Ini untuk patokan pembayaran pada kasir.

"Legit dan pahit serta aroma durian yang nyegrak (mantap), itulah yang dicari. Yang rasa seperti susu juga bagus" ujar keponakan saya.

Kami habis lima buah dengan total harga 200 ribu. Setelah membayar kami pulang untuk melanjutkan traveling ke lokasi wisata lain.