Mawan Sidarta S.P.
Mawan Sidarta S.P. Wiraswasta

Lulusan S1 Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember. Pernah bekerja di perusahaan eksploitasi kayu hutan (logging operation) di Sampit (Kalimantan Tengah) dan Jakarta, Projek Asian Development Bank (ADB) pendampingan petani karet di Kuala Kurun (Kalimantan Tengah), PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) Surabaya. Sekarang berwirausaha kecil-kecilan di rumah. E-mail : mawansidarta@yahoo.co.id atau mawansidarta01@gmail.com https://www.youtube.com/channel/UCW6t_nUm2OIfGuP8dfGDIAg https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tindjaulah Dunia Sana

1 Oktober 2019   11:08 Diperbarui: 1 Oktober 2019   11:42 16 0 0


Apa yang ada di dalam rumah kita kadang bisa saja menjadi inspirasi berharga bagi orang lain selain berfungsi sebagai tonikum (baca = hiburan) yang ampuh untuk lari sejenak dari rutinitas yang menjemukan.

Keberadaan akuarium misalnya, apakah itu akuarium ikan air tawar atau air laut. Kalau lagi suntuk atau bengong kita bisa memandangi akuarium dengan ikan hiasnya yang berwarna-warni dengan harapan pikiran akan menjadi rileks dan terhibur.

Menerawang jauh 

Kehidupan (tingkah pola) ikan dalam akuarium mengingatkan saya akan cerita pendek (novel) karangan sastrawan tempo dulu yakni Maria Amin yang berjudul Tindjaulah Dunia Sana. Bila masih hidup usia beliau mungkin sudah hampir satu abad karena lahir pada tahun 1921.

Maria Amin dalam karangannya tadi secara simbolis menggambarkan beragam ikan hias dengan karakter (watak) yang berbeda-beda pula. Ikan hias sangat bernilai karena corak dan warna yang dimilikinya. Tak hanya bercerita tentang beraneka jenis ikan, sang sastrawan yang lahir di Bengkulen (Bengkulu) juga menampilkan tokoh lain berupa kepiting, udang dan penyu.

Di akhir cerita beliau mencoba menggambarkan nilai (nasib) jenis ikan lainnya. Dalam hal ini beragam jenis ikan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) jadi bukan dalam akuarium lagi.

Ikan di TPI dinilai berdasarkan berat atau bobotnya bukan corak warnanya seperti ikan hias dalam akuarium. Intinya, dalam hidup ini selain kegembiraan juga tak luput dari kesedihan begitu ungkap beliau menutup ceritanya.

Memelihara ikan Nemo dalam akuarium

Kita yang anggota masyarakat awam ini mungkin pernah menyaksikan keberadaan ikan nemo melalui layar kaca televisi kesayangan kita yakni lewat serial Finding Nemo.

Sejatinya ikan nemo tak berbeda dengan ikan air laut atau air tawar lainnya. Ia juga bisa ada di dekat kita. Tumbuh dan berkembang di dalam akuarium rumah kita bersama anemon (mahluk laut yang jadi rumahnya), beraneka warna ikan laut lainnya dan terumbu karang.

Akuarium ikan air laut bisa dibuat dengan mudahnya. Yang terpenting untuk diperhatikan ialah rajin membersihkan kasa  filter, setiap dua hari sekali menambahkan sedikit air laut (asli) dan ebi (tepung udang kering) secukupnya sebagai nutrisi ikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2