Temu Nasional Aktivis Dewan Kerja Pramuka, diadakan di Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah, beruntung kami bisa hadir disini, kegiatan selama dua hari, dan kami nambah lima hari, jadi tujuh hari kami mengexplore Sulawesi Selatan.
Kompasianer, saksikan destinasi pertama kami di Desa Wisata Rammang-Rammang.
Kalau kamu pikir pesona Sulawesi Selatan cuma tentang pantai, kuliner Makassar, dan pulau eksotis seperti Samalona, coba deh jalan sedikit ke Kabupaten Maros. Di sana, ada satu tempat yang bisa bikin kamu jatuh cinta sejak pandangan pertama, tempatnya adalah Desa Wisata Rammang-Rammang.
Desa ini terkenal dengan bentang alam karst-nya yang megah dan jadi salah satu gugusan karst terbesar di dunia. Lokasinya cuma sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, jadi gampang banget buat dijangkau.

Rammang-Rammang dikelilingi pegunungan karst menjulang tinggi, sawah hijau, dan sungai berliku yang bikin pemandangan di sini kayak lukisan hidup. Bedanya, kalau di tempat lain formasi karst biasanya ketemu di area pantai, di sini kamu bakal lihat perpaduan antara batu kapur raksasa, persawahan, dan aliran sungai.
Cara paling seru buat menikmati Rammang-Rammang adalah menyusuri Sungai Pute naik perahu. Rutenya, jika kamu dari Dermaga II, kamu bisa sewa perahu tradisional berkapasitas 6-8 orang. Tarifnya sekitar Rp250.000 per perahu, cocok banget kalau datang rame-rame.
Selama perjalanan sekitar 30-40 menit, kamu bakal melewati pepohonan nipah, mangrove kecil, dan tebing karst raksasa di kanan-kiri sungai. Anginnya sejuk, suara airnya tenang, dan pemandangannya literally kayak dunia lain.
Banyak wisatawan yang bilang bagian ini jadi pengalaman paling memorable selama ke Rammang-Rammang, karena suasananya beda banget dari tempat wisata biasa.

Salah satu area paling ikonik di sini adalah Hutan Batu Rammang-Rammang. Sesuai namanya, tempat ini dipenuhi bebatuan karst besar yang bentuknya unik, ada yang menyerupai gua, dinding tebing, sampai formasi batu runcing.
Begitu sampai, kamu bakal langsung ngerti kenapa tempat ini jadi spot paling diburu buat foto Instagram. Setiap sudutnya punya background alami yang dramatis. Kamu bisa naik ke beberapa titik batu (yang aman tentunya) buat dapetin view luas ke arah pegunungan dan sungai.
Kalau kamu suka eksplor, di area ini juga ada gua-gua kecil yang bisa dimasuki. Beberapa di antaranya punya lukisan tangan prasejarah yang dipercaya berasal dari ribuan tahun lalu. Jadi, selain estetik, tempat ini juga punya nilai sejarah tinggi.
Di Rammang-Rammang nggak cuma kasih pemandangan alam yang mempesona, tapi juga soal budaya yang masih dijaga kuat oleh warga desa. Salah satu hal yang paling menarik adalah pertunjukan tarian tradisional Paduppa, tarian penyambutan khas Bugis-Makassar.
Biasanya, tarian ini dipentaskan buat menyambut tamu wisatawan atau acara adat. Para penari perempuan mengenakan baju bodo berwarna cerah dan menari dengan gerakan lembut penuh makna.

Desa Wisata Rammang-Rammang adalah contoh sempurna antara perpaduan alam, budaya, dan pengalaman autentik yang jarang ditemui di tempat lain. Dari gugusan karst megah, sungai tenang, sampai keramahan warga desa, semuanya terasa natural dan hangat.
Tempat ini bukan cuma cocok buat liburan, tapi juga buat kamu yang lagi nyari inspirasi, ketenangan, atau sekadar pengin disconnect sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Kalau kamu ke Makassar, jangan lewatkan Rammang-Rammang di Maros. Sekali datang ke sini, dijamin kamu bakal ngerti kenapa banyak orang nyebutnya sebagai salah satu destinasi alam paling keren di Sulawesi Selatan.
Hayu explore Indonesia