Pernahkah Anda membayangkan menyantap makanan yang cita rasanya mengingatkan kita pada santapan manusia jutaan tahun lalu? Sebelum menjelajahi megahnya sejarah evolusi manusia di Museum Manusia Purba Sangiran, sempatkan micicipi deretan kuliner tradisional di warung-warung deretan pintu masuk seperti ikan mangut, belut, dan nila bakar.

Menyingkap Warisan Dunia di Jantung Pulau Jawa
Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 kilometer persegi. Secara administratif, kawasan ini tersebar di dua kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Karena kelengkapan fosil dan nilai ilmiahnya, Situs Sangiran telah diakui dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sejak 5 Desember 1996. Tempat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, tetapi juga pusat penelitian kehidupan prasejarah terpenting dan terlengkap di Asia.
Apa Saja yang Bisa Dilihat dan Dipelajari?
Museum ini memiliki bangunan representatif dengan luas sekitar 16.675 meter persegi. Di dalamnya, Anda bersama pasangan bisa mengeksplorasi koleksi menakjubkan melalui beberapa ruangan pamer utama:
Kekayaan Sangiran: Menyajikan bukti temuan fosil flora, fauna (seperti gajah purba (mastodon, kuda nil, dan badak), serta batuan.
Langkah Kemanusiaan: Berisi diorama perjalanan dan proses penggalian fosil.
Masa Keemasan Homo erectus: Pengunjung disuguhkan rekonstruksi wujud Homo erectus serta pola kehidupannya 500.000 tahun yang lalu.
