Pernah nggak sih kamu merasa kalau alam itu punya cara ajaib buat bikin kita lupa sama hiruk-pikuk kota? Rasanya kayak dipeluk pelan sama pemandangan yang bikin mata nggak mau berkedip. Nah, pengalaman saya dan istri jelajah dari Tumpak Sewu menuju Brakseng kemarin itu persis rasanya. Perjalanan yang bikin hati senang, mata puas, dan pikiran jadi segar kembali.
Begitu tinggalkan keindahan Tumpak Sewu dan mulai melaju menuju Brakseng, pemandangan di kiri-kanan jalan makin lama makin bikin terpana. Hamparan padang rumput hijau terbentang luas seolah tak berujung, seolah kita lagi melintasi negeri dongeng yang nyata. Angin berhembus sejuk, membawa aroma tanah basah dan dedaunan. Kalau ada yang bilang udara di sini dingin banget, saya dan istri cuma bisa senyum-senyum aja. Soalnya kami tinggal di Bogor, dan sering banget berada di tempat peristirahatan kami yang ada di kaki Gunung Salak. Jadi, dingin-dingin begini itu rasanya kayak pulang ke rumah sendiri, malah bikin betah dan makin rileks!

Sesampainya di Brakseng, rasa kagum makin jadi-jadian. Bayangkan saja, di sini lanskap pertanian bertingkat tersusun rapi bak tangga raksasa buatan alam dan tangan terampil warga setempat. Di latar belakangnya, tampak megah Gunung Arjuno-Welirang berdiri kokoh, seolah menjadi penjaga setia kawasan ini. Berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, nggak heran tempat ini dijuluki sebagai "Negeri di Atas Awan".

Kenapa disebut begitu? Coba datang pas pagi hari, deh. Biasanya kawasan ini bakal diselimuti kabut tipis yang melayang-layang lembut. Rasanya kayak lagi jalan di atas awan, deh! Pemandangannya magis banget, sampai-sampai para pemburu foto pemandangan rela bangun pagi-pagi buta cuma buat mengabadikan momen indah itu. Saking cantiknya, kadang saya sempat berpikir: "Wah, kalau saya jadi kamera, pasti saya minta istirahat dulu karena kebanyakan difoto bagus terus!"

Ngomong-ngomong soal nama, mungkin ada yang penasaran ya, apa arti Brakseng itu sendiri? Ternyata lho, nama itu adalah kependekan dari "Brantas Sengkaling". Nama ini merujuk pada kawasan pertanian yang sangat produktif, yang letaknya ada di Dusun Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Jadi selain indah dipandang, daerah ini juga menjadi sumber kehidupan yang subur dan berkat bagi warga sekitar.
Perjalanan dari Tumpak Sewu sampai ke sudut indah Brakseng ini benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Mulai dari hamparan hijau yang menyejukkan mata, udara sejuk yang mengingatkan pada rumah di kaki gunung, sampai pemandangan magis saat kabut turun, semuanya menyatu jadi kenangan manis. Brakseng membuktikan bahwa Indonesia itu memang surganya pemandangan, dan setiap sudutnya punya pesona yang siap menyapa siapa saja yang datang dengan hati terbuka. Semoga cerita kecil ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang sedang merencanakan jalan-jalan ya, karena keindahan alam ini sayang banget kalau dilewatkan begitu saja. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!