Opa Jappy Lukisastra
Opa Jappy Lukisastra Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Neologisme, "Minoritas Penentu dan Tersisih"

28 Juli 2026   04:05 Diperbarui: 27 Juli 2026   16:33 123 1 0

Minoritas | Opa Jappy
Minoritas | Opa Jappy


Minoritas Penentu dan Minoritas Tersisih (Neologisme yang diperkenalkan oleh Opa Jappy) menyoroti paradoks dalam praktik demokrasi. Minoritas Penentu" dan "Minoritas Tersisih" merupakan alat analisis agar memahami dinamika kekuasaan dalam sistem politik. Juga mengingatkan semua bahwa demokrasi bukan hanya mekanisme pemilihan umum, tapi juga tentang bagaimana kekuasaan dijalankan, kepentingan masyarakat luas dapat terakomodasi pada proses pengambilan keputusan.

Minoritas Penentu memiliki kekuasaan ekonomi dan politik sangat mempengaruhi arah kebijakan Negara. Sedangkan Minoritas Tersisih adalah mayoritas rakyat yang seharusnya menjadi pemegang kedaulatan, terpinggirkan.




Minoritas Penentu. Kelompok ini memiliki kekayaan, pengaruh, dan akses ke jaringan kekuasaan yang luas. Mereka berada di balik layar, namun memiliki pengaruh sangat besar dalam menentukan arah kebijakan suatu Negara. Mereka berperan sebagai King Maker, memiliki kemampuan menentukan siapa yang menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan. Pengaruh sangat besar minoritas penentu, mengarah ke pembusukan demokrasi, karena keputusan-keputusan politik didasarkan pada kepentingan kelompok elit daripada kebut serta masyarakat masyarakat.

 
Minoritas Tersisih. Merupakan mayoritas penduduk; namun akses  terbatas terhadap sumber daya, informasi, dan kesempatan. Mereka menjadi korban kebijakan-kebijakan Politik dan Negara. Meskipun terpinggirkan, Minoritas Tersisih memiliki kekuatan politik besar, terutama pada saat Pemilihan Umum (Pileg, Pilkada, dan Pilpres). Suara mereka sangat menentukan siapa yang menjadi pemimpin. Tantangan kelompok Minoritas Tersisih adalah sumber dana, kemampuan mengorganisir diri dan menyuarakan aspirasi agar memiliki pengaruh pada proses pengambilan keputusan.

 
Implikasi pada Demokrasi. Keduanya memiliki implikasi yang sangat penting bagi praktik demokrasi. Jika tidak dikelola dengan baik, kesenjangan antara Minoritas Penentu dan Minoritas Tersisih dapat mengarah pada

  • Krisis Legitimasi. Ketika keputusan-keputusan Negara lebih mencerminkan kepentingan kelompok elit daripada kesejahteraan masyarakat luas, maka legitimasi sistem politik akan terkikis.
  • Polarisasi Politik. Kesenjangan yang semakin lebar dapat memicu polarisasi politik dan konflik sosial.
  • Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir orang, meningkatkan risiko terjadinya KKN, Kejahatan serta Penindasan TSM terhadap Warga Negara


Opa Jappy | Lukisastra





Neologisme dari Opa Jappy


1. Amputasi Komunikasi

2. Denial Politik

3. Distorsi Integritas

4. Klaster Endemi Predator Child Grooming

5. Hermeneutika Politik

6. Intelektual Kikir

7. Jurnalisme Daur Ulang

8. Liternarsisme atau Literasi Narsisme

9. Lukisastra

10. Minoritas Terpinggirkan dan Mayoritas Penentu

11. Politisi Halunistik

12. Sindrom Tuli Buta Bisu Empati Kemanusiaan

13. Sindrom Tak Mau Dibantah

14. ...

15. ...

Bersambung 

Neologisme | Opa Jappy
Neologisme | Opa Jappy