Kami beruntung saat itu...
Bertemu dengan Mas Sunarto, yang dengan sabar menjelaskan detail demi detail sejarah dan proses penemuan situs ini. Dari cara penggalian, struktur bangunan, sampai cerita bagaimana kawasan ini dulu terkubur oleh tanah selama berabad-abad.
Dan yang paling membuat kami tertegun...
Semua situs di kawasan ini awalnya berada di bawah tanah.
Bukan berdiri di atas seperti candi-candi lain yang sudah kita kenal.
Artinya... apa yang kita lihat sekarang hanyalah hasil dari proses panjang penggalian.
Masih ada sekitar 14 situs lagi yang belum digarap. Bukan karena tidak penting... tapi karena keterbatasan biaya.

Bayangkan itu kompasianer...
Masih ada sejarah besar yang masih "tidur" di bawah kaki kita.
Perjalanan kali ini terasa semakin lengkap karena saya ditemani oleh dua anak perempuan saya. Sementara si sulung laki-laki sedang bekerja di luar daerah.
Ada rasa haru tersendiri...
Bisa membawa anak-anak melihat langsung jejak peradaban masa lalu, bukan sekadar dari buku atau cerita.