"Kalau ada yang bilang liburan itu harus selalu sesuai rencana, berarti dia belum pernah jalan-jalan bareng teman-teman. Justru yang paling seru adalah cerita-cerita yang lahir tanpa direncanakan."
Hari ini rombongan kami memang sengaja berpisah. Istri dan anak-anak memilih menikmati suasana Malioboro. Maklum, mereka ingin nanti menikmati kawasan Tebing Breksi dan destinasi di sekitarnya dengan suasana yang lebih santai bersama keluarga saja. Jadi hari ini giliran kami, enam orang yang terdiri dari empat laki-laki termasuk saya dan dua perempuan, berpetualang terlebih dahulu.
Soal nanti bertemu di mana, belum ada keputusan. Bisa jadi kami menyusul mereka kalau masih sempat bermain, atau langsung bertemu di hotel sambil beristirahat. Semua tergantung situasi di lapangan. Liburan itu memang lebih nikmat kalau tidak terlalu kaku dengan jadwal.

Perjalanan baru dimulai saja sudah menghadirkan cerita lucu.
Saat menuju Tebing Breksi, tiba-tiba sebuah mobil polisi melaju tepat di depan rombongan kami. Entah kenapa rasanya seperti rombongan pejabat penting yang sedang mendapat pengawalan resmi. Kami pun saling bercanda.
"Silakan minggir... rombongan wisatawan penting lewat!"
Tentu saja itu hanya kebetulan. Tapi justru momen sederhana seperti itulah yang membuat perjalanan semakin hidup. Tawa langsung pecah sepanjang jalan.
Sesampainya di Tebing Breksi, petualangan sesungguhnya dimulai.
Kami memutuskan menyewa jeep wisata agar bisa menjangkau beberapa destinasi sekaligus. Sensasinya benar-benar berbeda dibanding menggunakan kendaraan biasa. Jalan berbatu, tanjakan, turunan, hingga debu yang beterbangan justru menjadi bagian dari keseruannya.
Di dalam jeep hampir tidak ada yang bisa duduk tenang. Badan berguncang ke kanan dan kiri mengikuti medan yang berbukit. Bukannya mengeluh, kami justru semakin banyak tertawa. Kadang ada yang hampir terlempar dari tempat duduk, ada yang sibuk merekam video, ada pula yang terus menggoda teman di sebelahnya.
Beginilah kalau orang-orang yang sudah dewasa diberi kesempatan bermain seperti anak kecil lagi.
Destinasi pertama tentu saja Tebing Breksi.
Bekas tambang batu yang kini berubah menjadi salah satu ikon wisata Yogyakarta ini memang luar biasa. Tebing-tebing batu yang dipahat menjadi karya seni berpadu dengan panorama alam yang luas membuat siapa saja betah berlama-lama. Hampir di setiap sudut rasanya ingin berhenti untuk mengambil foto.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Candi Banyunibo.
Suasananya jauh lebih tenang. Candi kecil yang berdiri anggun di tengah hamparan sawah ini memberikan nuansa damai yang sulit dijelaskan. Tempat yang pas untuk menikmati sejarah sambil menghirup udara pedesaan yang masih segar.
Tak jauh dari sana kami menuju Tebing Banyunibo.
Dari atas tebing, pemandangan perbukitan terbentang luas. Angin berhembus pelan menemani kami menikmati keindahan alam Yogyakarta dari sudut yang berbeda. Lagi-lagi kamera bekerja tanpa henti.
Perjalanan dilanjutkan menuju Candi Ijo.
Inilah salah satu lokasi favorit saya. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat pemandangan dari sini benar-benar memanjakan mata. Hamparan hijau, perkampungan, hingga langit yang seolah tanpa batas menjadi hadiah bagi siapa saja yang datang. Tidak heran banyak wisatawan rela naik hingga ke sini.
Perhentian terakhir kami adalah Selolangit.
Nama tempatnya saja sudah membuat penasaran. Sesampainya di sana kami benar-benar dibuat kagum. Suasananya sejuk, pemandangannya indah, dan udaranya begitu menyegarkan. Rasanya semua rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar lunas.
Yang paling berkesan sebenarnya bukan hanya tempat-tempat yang kami kunjungi.
Tetapi tawa yang terus mengiringi perjalanan. Guyonan yang tidak ada habisnya. Saling mengejek saat naik jeep. Berebut spot foto terbaik. Sampai saling menyalahkan ketika hasil foto ternyata kurang bagus.

Beginilah indahnya sebuah perjalanan.
Bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menciptakan kenangan yang kelak akan selalu dikenang.
Kalau Anda sedang berlibur ke Yogyakarta dan ingin menikmati perpaduan wisata alam, sejarah, budaya, dan petualangan dalam satu paket, saya sangat merekomendasikan rute ini. Mulailah dari Tebing Breksi, lanjut ke Candi Banyunibo, Tebing Banyunibo, Candi Ijo, lalu tutup perjalanan di Selolangit.
Percayalah, sehari rasanya tidak akan cukup.
Bahkan saya sendiri masih akan kembali lagi. Besok atau lusa saya berencana mengajak istri dan anak-anak menikmati kawasan ini bersama. Karena ada beberapa tempat yang memang lebih indah jika dinikmati bersama keluarga tercinta.
Sampai jumpa lagi di petualangan berikutnya. Semoga setiap perjalanan selalu membawa cerita, tawa, dan rasa syukur atas indahnya negeri Indonesia.