Meninggalkan rutinitas sejenak bersama keluarga tercinta adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Berbekal kendaraan pribadi, perjalanan kami-saya, istri, dan ketiga buah hati-dimulai dari Bogor menuju Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Meskipun awalnya kami merencanakan perjalanan tiga hari dua malam untuk melihat lumba-lumba di Teluk Kiluan, rencana tersebut harus disesuaikan. Tubuh yang sudah cukup lelah di perjalanan membuat kami memutuskan untuk tidak memaksakan diri, melainkan langsung pulang setelah puas menikmati pesona laut di wilayah lain.

Perjalanan darat menuju Lampung terasa begitu menyenangkan karena kami tidak terburu-buru. Kami kerap menepi setiap kali menemukan pemandangan alam yang indah. Akibat asyik mampir-mampir, kami akhirnya tiba di Lampung menjelang sore hari dan langsung bergegas menuju hotel untuk beristirahat.

Keesokan paginya, petualangan bahari kami yang sesungguhnya dimulai. Perut yang keroncongan membawa kami berburu sarapan khas Lampung yang lezat sebelum meluncur ke Pantai Sari Ringgung. Di pantai berpasir putih ini, kami sekeluarga langsung melakukan aktivitas snorkeling. Airnya yang jernih dan suasana yang tenang membuat pagi itu terasa sempurna. Puas bermain air dan melihat biota laut, kami melanjutkan perjalanan singkat menuju Masjid Terapung Al-Aminah. Pengalaman unik beribadah di tengah laut dengan deburan ombak di sekelilingnya benar-benar memberikan ketenangan spiritual tersendiri bagi kami sekeluarga. Setelah itu, kami mampir ke area Pasir Putih sebelum akhirnya kembali ke hotel untuk bersiap menghadapi petualangan hari kedua.

Hari kedua ternyata jauh lebih seru! Sebelum jadwal snorkeling yang dinantikan, kami menyewa perahu untuk hopping island. Kami singgah di beberapa pulau cantik, salah satunya Pulau Kelagian Lunik (Kelagian Kecil). Hamparan pasir putih berpadu dengan gradasi air laut biru toska membuat anak-anak tak sabar untuk segera turun ke air.

Snorkeling di sekitar pulau ini rasanya sungguh asyik dan magis. Begitu kami menyelam, kami langsung dikelilingi oleh sekawanan ikan beraneka warna yang sangat jinak. Momen yang paling ditunggu oleh anak-anak adalah saat kami memberikan remah-remah roti pada ikan-ikan tersebut. Mereka berebut mendekat seolah menyapa dan berterima kasih. Gelak tawa dan ekspresi kagum dari ketiga anak saya menjadi pemandangan yang paling membekas dalam ingatan.
