
Menjelang waktu Zuhur, kami mengakhiri kunjungan dengan menunaikan salat di mushola yang tersedia di area wisata. Setelah itu, perjalanan pulang pun dimulai.
Awalnya kami sempat ingin mampir menikmati bubur ayam langganan. Tapi... kami langsung sadar. Kalau sudah lewat pukul sepuluh pagi, peluang mendapatkan semangkuk bubur favorit itu hampir mustahil. Biasanya sudah ludes diserbu pelanggan.
Daripada pulang dengan perut bernyanyi, akhirnya kami mengubah rencana. Pilihan pun jatuh pada salah satu kuliner legendaris di kawasan Puncak, yaitu Sate Kadir. Alhamdulillah... penutup perjalanan kali ini benar-benar sempurna. Menikmati lezatnya sate hangat setelah seharian berjalan menyusuri alam, rasanya memang selalu sulit untuk ditolak.
Kadang kebahagiaan itu sesederhana menemukan jalur baru menuju tempat yang sudah lama kita kenal. Siapa sangka, Curug Panjang yang selama ini terasa cukup jauh, ternyata memiliki jalan yang lebih dekat melalui Hademen Camp. Jadi, kalau kompasianer dan keluarga ingin berkunjung ke Curug Panjang, mungkin jalur ini bisa menjadi pilihan. Lebih praktis, lebih santai, dan yang pasti... tetap menghadirkan keindahan alam Bogor yang tidak pernah membosankan.