Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Neologisme | Hermeneutika Politik
Secara filosofis, Hermeneutika dari fungsi Dewa Hermes, pada mitologi Yunani, sebagai penyampai pesan atau penerjemah pesan dewa agar bisa dipahami oleh manusia. Hermeneutika Politik merupakan pendekatan esensial agar memahami, menafsirkan, dan membongkar latar belakang holistik fenomena politik. Fokus pada pemaknaan mendalam terhadap teks, wacana, tindakan, serta peristiwa politik agar masyarakat tidak terjebak pada asumsi permukaan.
Konsep Dasar
Bukan Tafsiran Asal-Asalan: Hermeneutika politik memberi tafsiran instan terhadap isu yang beredar, opini viral, atau gosip politik. Berupaya menjawab pertanyaan apa dan mengapa di balik pernyataan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh politisi.
Menghubungkan Teks dan Konteks. Menggali motif tersembunyi, situasi sosial, serta kepentingan terselubung di balik sebuah narasi politik. Fungsi dalam Demokrasi. Dalam konteks Indonesia, gagasan Hermeneutika Politik diintegrasikan ke dalam literasi pendidikan demokrasi Pancasila.
Fungsi Utama
