Video Pilihan

Mengejar Mentari di Bukit Alesano: Kisah Hiking Tipis-Tipis Berbalut Kabut

28 Agustus 2026   05:30 Diperbarui: 28 Agustus 2026   05:30 276 13 9


Mengejar Mentari di Bukit Alesano: Kisah Hiking Tipis-Tipis Berbalut Kabut Pagi

Suasana sejuk selepas sholat subuh langsung memeluk tubuh kami saat pintu saung dibuka. Udara dingin khas pegunungan di kawasan Cijeruk, Bogor, terasa begitu murni masuk ke dalam dada. Pagi ini, saya dan istri sudah sepakat untuk tidak bermalas-malasan di dalam selimut. Kami ingin melakukan hiking tipis-tipis, sebuah petualangan kecil untuk menyegarkan pikiran dari rutinitas harian. Rencana awal kami cukup jelas, yaitu berjalan santai menuju ke arah Bukit Alesano yang berada di ketinggian sekitar 900 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). Sementara itu, saung tempat kami menginap dan memulai perjalanan berada di ketinggian 620 MDPL. Ada selisih ketinggian yang cukup lumayan untuk membuat keringat pagi mengalir sehat.

"Koleksi: Misbah Moerad"

Langkah Awal di Keheningan Subuh

Tepat pukul 05.10 WIB, kami berdua sudah siap di luar saung dengan pakaian hangat lengkap. Suasana di sekitar masih sangat gelap gulita, dan pemandangan sejauh mata memandang hanya ditemani oleh remang-remang cahaya fajar yang belum sempurna. Sunyi sekali, hanya terdengar suara serangga malam yang mulai pamit dan gesekan daun-daun yang tertiup angin gunung.

Kami menyalakan senter kecil dan mulai melangkah kaki menapaki jalan setapak. Trekking pagi ini sengaja kami bawa santai tanpa perlu terburu-buru. Tujuan utama kami keluar sepagi ini adalah untuk mengejar mentari pagi. Kami sendiri tidak tahu pasti di ketinggian berapa nanti kami bisa menemukan momen sunrise tersebut. Bagaimanapun, berjalan berdua bersama pasangan di tengah alam bebas seperti ini selalu memberikan sensasi romantis dan damai yang sulit digantikan.

Hadangan Kabut Tebal di 640 MDPL

Dua puluh menit berjalan kaki dengan rute yang terus menanjak secara konstan, kami tiba di ketinggian 640 MDPL sekitar pukul 05.30 WIB. Di titik ini, ekspektasi kami untuk melihat semburat cahaya oranye mulai diuji. Matahari sama sekali tidak terlihat, bahkan tanda-tanda kehadirannya pun samar. Langit di arah timur tertutup rapat oleh hamparan kabut putih yang sangat tebal.

"Koleksi: Misbah Moerad:

Bukan hanya matahari yang bersembunyi, Kemegahan Gunung Gede Pangrango yang biasanya berdiri dengan gagah di latar belakang pun mendadak hilang dari pandangan. Sejauh mata memandang, hanya ada warna putih susu dari kabut yang bergerak perlahan menyelimuti perbukitan. Udara di sekitar kami terasa makin basah oleh embun. Walau sedikit kecewa karena pemandangan terhalang, kami tetap menikmati momen ini. Berada di tengah kepungan kabut pegunungan memberikan sensasi seperti sedang berjalan di atas awan.

Kejutan Manis di Ketinggian 660 MDPL

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2