Kalau nanti ternyata sampai di sana harus naik perahu, saya sudah membayangkan satu hal.
Saya duduk tenang.
Istri duduk di sebelah.
Perahu berjalan pelan.
Air jernih, tebing dan pepohonan di sekeliling.
Tidak perlu memanjat.
Tidak perlu terpeleset.
Tidak perlu memeluk tali sampai talinya mungkin merasa dicintai.
Dan mudah-mudahan kali ini saya bukan cuma bisa menikmati indahnya Curug Cikuluwung...
tetapi juga bisa melihat istri tersenyum menikmati perjalanan yang sudah lebih dari satu tahun kami tinggalkan.
Karena pada akhirnya, tujuan kami datang ke tempat seperti ini bukan sekadar mencari curug yang indah.