A Day in My Life - Catatan dari Curug Bungsu, Gunung Picung Bogor
Niatnya Cari Curug, Malah Ngarep Jadi Artis TV
Kalau sudah pensiun, kegiatan kami memang agak aneh.
Dulu waktu masih bekerja, bangun pagi mikirin pekerjaan.
Sekarang bangun pagi mikirnya:
"Hari ini mau ke mana?"
Nah, salah satu perjalanan kami membawa saya dan istri ke Curug Bungsu, Gunung Picung, Bogor, sekitar tahun 2024.
Niat awalnya sederhana.
Mau menikmati alam, melihat curug, jalan-jalan berdua, sekalian bikin bahan cerita untuk channel YouTube kami, Explore Indonesia.
Tapi ternyata hari itu ada kejutan.
Curug Bungsu sedang kedatangan rombongan televisi!
Lho... Ini Syuting TV?
Begitu sampai, suasananya agak berbeda dari biasanya.
Ada kamera.
Ada kru.
Ada peralatan syuting.
Ada orang yang sibuk ke sana-kemari.
Pokoknya kelihatan sekali kalau tempat itu sedang dipakai untuk sebuah produksi acara televisi.
Setelah kami tanya-tanya kepada pengunjung, katanya ada acara dari MNC TV yang sedang melakukan pengambilan gambar.
Kalau tidak salah informasi yang kami dengar waktu itu, acaranya berupa reality dan variety show memasak.
Nama host yang terdengar oleh kami juga kalau tidak salah Arie Andika.
Masalahnya...
Saya dan istri tidak kenal!
Bukan karena orangnya tidak terkenal.
Tapi karena kami memang jarang sekali nonton TV.
Televisi di rumah itu sebenarnya masih ada.
Cuma statusnya sudah seperti barang antik.
Ada, tapi jarang dipakai.
Kalau cucu datang, barulah TV mendadak hidup.
Itupun bukan MNC TV.
Bukan acara berita.
Bukan acara reality show.
Kartun!
Jadi jangan tanya siapa artis TV terbaru kepada kami.
Bisa-bisa kami malah balik bertanya:
"Artis itu main di kartun yang mana?"

Saya dan Istri Jadi Penonton VIP
Kami pun hanya melihat proses syuting dari kejauhan.
Tidak ikut nimbrung.
Tidak mengganggu kru.
Tidak juga sengaja berdiri di belakang kamera supaya wajah kami ikut masuk frame.
Walaupun dalam hati...
"Lumayan juga kalau masuk TV."
Istri saya sebenarnya sudah cukup terbiasa berada di depan kamera.
Di channel YouTube kami, Explore Indonesia, dia juga sering menemani saya dalam berbagai perjalanan.
Jadi kalau disuruh ngomong di depan kamera, sebenarnya bukan masalah besar.
Kalau disuruh jalan menyusuri hutan, naik turun bukit, mencari curug...
sudah biasa.
Kalau disuruh masak?
Istri saya juga bisa.
Nah...
Saya melihat semua itu, lalu otak pensiunan saya mulai bekerja.
Dan biasanya kalau otak saya sudah mulai bekerja begini...

istri harus mulai waspada.
"Mah... Kalau MNC Mau Bayar Kita..."
Saya pun nyeletuk kepada istri:
"Mah, kalau MNC mau bayar kita, kita mau nggak?"
Istri mungkin sudah tahu kalau suaminya mulai kambuh.
Saya lanjut:
"Mau masak, boleh..."
"Mau explore tempat wisata, boleh..."
"Mau jalan-jalan sambil bikin acara, juga boleh..."
"Mau pakai baju MNC TV..."
"Mau pakai atribut MNC..."
Saya berhenti sebentar.
Lalu saya keluarkan kalimat paling penting dalam negosiasi:
"Asal bayarannya cocok!"
Nah!
Ini baru namanya profesional.
Pensiunan boleh.
Umur boleh bertambah.
Tapi kalau urusan honor...
jangan sampai semangat mudanya ikut pensiun!
Kalau Saya Jadi Host...
Coba kalau waktu itu ada orang MNC datang menghampiri kami.
"Pak, Bu, mau ikut syuting?"
Saya mungkin akan langsung menjawab:
"Boleh."
"Bapak mau masak?"
"Boleh."
"Bapak mau explore curug?"
"Boleh."
"Bapak mau jadi host?"
"Boleh."
"Bapak mau pakai atribut MNC TV?"
"Boleh."
"Bapak mau syuting seharian?"
"Boleh."
Kemudian saya mungkin akan bertanya pelan-pelan:
"Kalau honornya berapa, Pak?"
Kalau jawabannya cocok:
"Gas, Pak!"
Kalau belum cocok:
"Waduh, bagaimana kalau kita diskusikan dulu dengan manajemen?"
Padahal manajemennya cuma...
istri sendiri!

Istri Jadi Co-Host, Saya Jadi Apa?
Kalau benar-benar dibuat acara, saya sudah membayangkan pembagiannya.
Istri jadi co-host.
Saya jadi host utama.
Tapi karena saya sudah tua, saya punya beberapa syarat.
Pertama:
Lokasi syuting jangan terlalu jauh dari tempat parkir.
Kedua:
Kalau harus trekking, maksimal yang masih bisa ditoleransi lutut.
Ketiga:
Kalau acara memasak, bahan-bahan sudah disiapkan.
Keempat:
Setelah syuting harus ada makan.
Dan yang paling penting...
honor jangan lupa dibayar!
Soal gaya bicara?
Gampang.
Saya tinggal ngomong seperti biasa:
"Selamat pagi Om Bro..."
Eh...
Ini kan acara TV, bukan YouTube!
Untungnya Kami Sadar Diri
Tapi semua itu tentu cuma candaan kami berdua.
Kami tidak kenal artisnya.
Tidak tahu persis acaranya.
Tidak punya ambisi masuk televisi.
Kami juga tidak mencoba mendekati kru atau mencari perhatian.
Kami cukup melihat dari jauh sambil menikmati suasana Curug Bungsu.
Justru kejadian kecil seperti inilah yang membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Kadang kita pergi mencari air terjun.
Ternyata mendapatkan cerita lain.
Kadang kita pergi mencari pemandangan.
Malah mendapatkan pengalaman.
Dan kadang...
kita cuma datang sebagai wisatawan, tapi pulangnya sudah merasa calon artis.
Pensiunan Memang Harus Punya Banyak Khayalan
Begitulah enaknya hidup setelah pensiun.
Tidak harus semuanya serius.
Ada waktunya menikmati alam.
Ada waktunya menikmati perjalanan.
Ada waktunya membuat konten.
Dan ada waktunya ngopi.