Ternyata pulang membawa cerita:
sarapan pecel Madiun, teh tawar panas, jalan santai, dua kolam, celana sewaan lima ribu, fotografer pribadi, dan seorang lelaki yang masih merasa dirinya anak sungai Mahakam.
Bedanya cuma satu...
Kalau dulu mungkin saya nyemplung tanpa banyak berpikir.
Sekarang sebelum nyemplung harus memastikan:
ada celana sewaan, ada sarung, dan ada istri yang siap memotret.
Hehehe...
Itulah perjalanan kami.
Tidak perlu mewah.
Tidak perlu jauh.
Yang penting ada waktu untuk menikmati alam dan menikmati kebersamaan.