Muharika Adi Wiraputra
Muharika Adi Wiraputra Lainnya

memayu hayuning bawana

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pantun

12 November 2025   22:46 Diperbarui: 12 November 2025   22:46 150 10 0

Hmm.....di tengah hari-hari dengan mode survival, realitas yang terus dar-der-dor, saldo yang makin menipis tapi semangat harus tetap tebal. Terkadang cuma butuh tempat untuk nulis. Tempat untuk menyalurkan opini, melampiaskan keresahan, dan menertawakan hidup biar nggak stress duluan.

Di sinilah Kompasiana hadir, bukan hanya sekedar platform digital, tapi rumah kata, tempat bisa jujur lewat tulisan. Tempat untuk berkarya dan berbagi inspirasi. Tempat di mana setiap cerita, dari yang lucu sampai yang getir, dari yang serius sampai yang nyeleneh, bisa hidup berdampingan.

Menulis di Kompasiana pun jadi cara untuk menumbuhkan diri, ada yang menulis agar suaranya terdengar, ada pula yang menulis untuk cuan tambahan. Semuanya sah, karena setiap kata yang lahir adalah bagian dari perjalanan.

Tahun ini, Kompasianival 2025 hadir dengan tema "Cerdas Digital, Mandiri Finansial. Tema yang pas untuk zaman sekarang, di mana dunia digital bukan cuma tempat untuk main-main, tapi juga untuk ruang untuk berkembang.

Jadi, Kompasianival tahun ini benar-benar pas untuk siapa pun yang ingin ngumpul, seru-seruan, dan berbagi informasi. Di sini bisa saling belajar bagaimana caranya agar tetap cerdas di dunia digital ini, bijak dalam mengelola keuangan, serta memanfaatkan platform digital sarana untuk ngonten supaya mendongkrak finansial secara mandiri.

Untuk hari ini, dalam rangka memeriahkan untuk menuju kompasianival ada challenge untuk membuat pantun. Menarik sekali, karena pantun yang sekarang menjadi warisan budaya tak benda yang dimiliki bangsa kita yang sudah resmi diakui UNESCO dan kini mulai dihidupkan di ruang digital.

Sebenarnya saya sendiri tidak begitu jago dalam mebuat pantun, tapi untuk Kompasiana apa sih yang nggak. Oke ini dia pantunnya

Langit jingga mulai menjejak,  
Semilir angin membawa tawa.  
Cerdas Digital langkah yang bijak,  
Mandiri Finansial tumbuh bersama.
 

Nulis di Kompasiana sore hari,  
Kopi ngebul aroma menggoda.  
Kompasianival ajang silaturahmi,  
Tempat ide tumbuh dan berdaya.

Menulis kisah di kala senggang,  
Dari harapan hingga keresahan.  
Kompasiana terus gemilang,  
Rumah kata dan persaudaraan.