Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
https://youtu.be/EbwocDG3Nwk?si=ZXatlmXR403ijKPi
Kisah Nyata: Mengapa Omjay Memilih Menabung di Bank BNI. Inilah kisah Omjay (Dr. Wijaya Kusumah) di kompasiana.
Menabung adalah kebiasaan sederhana yang dampaknya luar biasa. Namun, di balik keputusan seseorang untuk menabung di sebuah bank tertentu, selalu ada cerita, pengalaman, dan pertimbangan yang tidak terlihat di permukaan. Begitu pula dengan saya, yang akrab disapa Omjay. Ada kisah nyata yang melatarbelakangi mengapa saya memilih menabung di Bank BNI.
Perjalanan ini dimulai dari masa awal saya menjadi seorang guru. Saat itu, penghasilan yang saya terima belum sebesar sekarang. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja harus benar-benar diperhitungkan dengan matang. Namun, sejak dulu saya percaya bahwa sekecil apa pun penghasilan, harus disisihkan untuk masa depan. Prinsip itu saya pegang erat hingga hari ini.
Awalnya, saya tidak langsung memilih Bank BNI. Saya mencoba beberapa bank lain, mengikuti arus, dan sekadar ikut-ikutan teman. Namun, pengalaman mengajarkan saya bahwa memilih bank tidak bisa hanya berdasarkan tren atau ajakan orang lain. Harus ada kenyamanan, kemudahan, dan kepercayaan.
Pertemuan saya dengan Bank BNI terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, sekolah tempat saya mengajar bekerja sama dengan BNI dalam pengelolaan keuangan, termasuk pembayaran gaji. Mau tidak mau, saya harus membuka rekening di sana. Dari situlah perjalanan saya bersama BNI dimulai.
Awalnya, saya menganggap rekening itu hanya sebagai tempat menerima gaji. Tidak lebih. Namun, seiring waktu, saya mulai merasakan kemudahan yang diberikan. Layanan yang cepat, jaringan yang luas, serta kemudahan transaksi membuat saya merasa nyaman. Saya tidak lagi harus repot antre lama atau khawatir mencari ATM.
Hal yang paling berkesan adalah ketika saya mulai belajar menabung secara konsisten. Setiap menerima gaji, saya langsung menyisihkan sebagian ke dalam tabungan. Saya membuat komitmen pada diri sendiri: "Tabungan bukan sisa, tetapi prioritas." Dari sinilah kebiasaan baik itu terbentuk.
BNI memberikan kemudahan bagi saya untuk mengontrol keuangan. Dengan layanan digital yang semakin berkembang, saya bisa memantau saldo, melakukan transfer, hingga membayar berbagai kebutuhan hanya dari genggaman tangan. Hal ini sangat membantu saya sebagai guru yang memiliki aktivitas padat.
Namun, alasan terbesar saya tetap bertahan menabung di BNI bukan hanya soal fasilitas. Lebih dari itu, ada rasa aman dan percaya. Saya merasa uang yang saya simpan dikelola dengan baik. Ini penting, karena menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang menjaga masa depan.
Salah satu momen yang tidak pernah Omjay lupakan adalah ketika saya berhasil mengumpulkan tabungan untuk mewujudkan impian umroh. Perjalanan spiritual tersebut bukan hanya hasil kerja keras, tetapi juga hasil dari kedisiplinan dalam menabung. Saat itu, saya benar-benar merasakan bahwa keputusan kecil untuk menabung setiap bulan membawa dampak besar dalam hidup Omjay.