musriadi
musriadi Guru

Hobi travelling, suka masak, nulis dan dengar atau nonton konten islami

Selanjutnya

Tutup

Video

Jangan Marah: Wasiat Nabi yang Diulang Berkali-Kali, Kunci Keselamatan Hidup Umat

5 April 2026   11:10 Diperbarui: 5 April 2026   12:44 120 4 2

youtube channel Musriadi

Foto habib Jindan. 
Foto habib Jindan. 

Abstrak
Marah merupakan bagian dari fitrah manusia, namun jika tidak dikendalikan dapat menjadi sumber berbagai kerusakan. Rasulullah SAW memberikan solusi sederhana namun mendalam melalui hadits "jangan marah" yang diulang berkali-kali. Artikel ini mengkaji makna hadits tersebut dengan dukungan dalil Al-Qur'an dan hadits, serta penjelasan dari ceramah Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian amarah adalah inti dari akhlak mulia dan jalan menuju ketenangan hidup.
Pendahuluan
Kehidupan manusia tidak lepas dari ujian yang memicu emosi, terutama kemarahan. Konflik keluarga, tekanan pekerjaan, dan perbedaan pendapat seringkali menjadi penyebab utama.
Namun, Islam tidak membiarkan umatnya tanpa solusi. Rasulullah SAW memberikan satu wasiat yang sangat singkat, namun mencakup seluruh aspek akhlak:
Hadits Utama: Wasiat Nabi
: : :
( )
Artinya:
Dari Abu Hurairah RA, seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku wasiat."
Beliau bersabda: "Jangan marah."
Orang itu mengulanginya beberapa kali, dan beliau tetap bersabda: "Jangan marah." (HR. Bukhari)
Mengapa Nabi Mengulang "Jangan Marah"?
Pengulangan ini menunjukkan betapa pentingnya pesan tersebut.


1. Marah adalah pintu banyak dosa
Ketika marah, seseorang bisa:
Menghina
Memukul
Memutus silaturahmi
Dalil Al-Qur'an tentang Menahan Marah
QS. Ali 'Imran: 134

Artinya:
"(yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
Ayat ini menunjukkan bahwa menahan marah adalah ciri orang bertakwa.
Hadits tentang Keutamaan Menahan Marah


1. Orang kuat adalah yang menahan marah

( )
Artinya:
"Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari & Muslim)


2. Pahala besar bagi yang menahan marah

( )
Artinya:
"Barangsiapa menahan amarahnya padahal ia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Penjelasan dari Ceramah Habib Jindan
Dalam ceramahnya, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan menyampaikan bahwa:
"Jangan marah" adalah inti dari banyak ajaran akhlak
Banyak manusia jatuh bukan karena kurang ilmu, tapi karena tidak bisa menahan emosi
Menahan marah adalah tanda kekuatan iman
Beliau juga menegaskan bahwa marah adalah pintu masuk setan yang harus dijaga.


Cara Mengendalikan Marah (Dalil Sunnah)

1. Membaca Ta'awudz

Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
2. Mengubah posisi
Rasulullah SAW bersabda:
...
( )
Artinya:
"Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk..." (HR. Abu Dawud)
3. Berwudhu
...
( )
Artinya:
"Sesungguhnya marah itu dari setan... maka jika salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudhu." (HR. Abu Dawud)
4. Diam
Rasulullah SAW bersabda:

( )
Artinya:
"Jika salah seorang dari kalian marah, maka hendaklah ia diam." (HR. Ahmad)
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era media sosial, kemarahan sering diekspresikan tanpa kontrol:
Komentar kasar
Ujaran kebencian
Konflik berkepanjangan
Hadits "jangan marah" menjadi solusi utama untuk menjaga keharmonisan.
Refleksi untuk Umat
Mari kita renungkan:
Berapa banyak masalah karena marah?
Berapa banyak penyesalan karena emosi?
Jika umat Islam mampu mengamalkan hadits ini, maka akan tercipta kehidupan yang damai dan penuh kasih.


Kesimpulan
Hadits "jangan marah" adalah wasiat singkat namun mencakup seluruh akhlak. Pengulangan oleh Nabi menunjukkan betapa pentingnya pengendalian emosi dalam kehidupan.
Sebagaimana dijelaskan oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, menahan marah adalah tanda kekuatan sejati seorang mukmin.


Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menahan amarah dan menghiasi diri dengan akhlak mulia.

"Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan manusia."
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.