Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Menemukan Ruang Aman"

10 April 2026   10:32 Diperbarui: 10 April 2026   10:32 183 0 0

Me Time | Opa Jappy
Me Time | Opa Jappy



Menemukan Ruang Aman dalam Keadilan Ilahi


When we find ourselves ...
Hated without justification.
Defamed without evidence.
Accused for no clear reason.
Faulted for a mistake we never made.

Have faith and remember
That ultimately,
God Will reveal the truth of all things.

Therefore...
Remain patient and find your peace.

Jika kita,

Dibenci tanpa alasan.
Difitnah tanpa bukti.
Dituduh tanpa sebab yang jelas.
Disalahkan tanpa melakukan kesalahan.

Ingat dan percayalah
Bahwa pada akhirnya Tuhan
Akan menunjukkan siapa yang benar dan salah.

If we are...

Hated for no reason.
Slandered without proof.
Accused without cause.
Blamed without doing any wrong.

Remember and believe
That in the end,
God Will show who is right and who is wrong.

So ...
Stay patient and stay calm.
So ...
Stay patient and stay calm.

Therefore...
Remain patient and find your peace.
Therefore...
Remain patient and find your peace.


IF WE ARE (+ Indonesia Version) dari kanal Opa Jappy merupakan refleksi spiritual pada semua orang tanpa label-label perbedaan

Secara visual, transisi dari gambaran keluarga yang harmonis menuju cahaya lilin yang menyala di tengah kegelapan [01:15] menyimbolkan bahwa meski dunia terasa gelap karena ketidakadilan, cahaya kebenaran akan tetap menyala di dalam hati mereka yang sabar. Pesan untuk "tetap sabar dan temukan damaimu" [01:01] menjadi mantra membebaskan jiwa dari belenggu penghakiman manusia.

Secara visual, menggunakan simbol-simbol ketenangan seperti siluet keluarga di tepi pantai [00:06], cahaya lilin yang temaram [01:00], dan keberagaman agama di dunia [02:10], yang semuanya menekankan pada pesan universal tentang perdamaian batin serta penyerahan diri.

Perdamaian dan penyerahan diri tersebut karena sebelumnya terjadi dibenci tanpa alasan yang jelas [00:14], difitnah tanpa bukti [00:20], dituduh tanpa dasar yang kuat [00:26], disalahkan atas kesalahan yang tidak diperbuat [00:32], dan menghadapi penghakiman yang tidak adil.

Solusinya bukan melalui perlawanan ego atau pembuktian diri yang melelahkan, melainkan kesabaran dan iman bahwa Tuhan, hakim paling adil mengungkap kebenaran [00:49].

###

Hiruk-pikuk hidup dan kehidupan sosial, manusia sering terjebak dalam "beban pembuktian". Ketika fitnah datang atau penghakiman tidak adil menimpa, insting pertama (yang terbit dalam diri) adalah berteriak membela diri. Namun, "IF WE ARE" menawarkan perspektif berbeda yaitu jalan sunyi menuju ketenangan batin melalui penyerahan diri kepada Tuhan.

Dunia, tepatnya lingkungan tempatmu ada, bisa sebagai tempat  sangat kejam ketika Anda dan Saya menjadi "sasaran kebencian" tanpa pembenaran" atau "difitnah tanpa bukti" [02:34].

Fakta bahwa, tekanan agar selalu terlihat benar di mata sesama sering menjadi penjara mental yang melelahkan. Oleh sebab itu, Anda dan Saya harus berhenti menjelaskan diri (termasuk membela diri) pada mereka yang memang tidak ingin mengerti. Lebih baik menarik napas sedalam-dalamnya dan melepaskan beban tersebut sebagai terapi spiritual paling murni.

Dengan cara seperti itu, maka fokus bisa beralih ke "Tuhan akan mengungkapkan kebenaran dari segala sesuatu" [00:49]. Ini bukan sekadar penghibur, melainkan jangkar iman. Dengan meyakini bahwa ada otoritas tertinggi yang melihat segala yang tersembunyi, seseorang tidak lagi merasa perlu memenangkan perdebatan di dunia. Serta, kesabaran bukan berarti kalah, melainkan bentuk kepercayaan penuh pada waktu Tuhan.

Pada akhirnya, ada "ruang aman" (safe space) yang mengajarkan bahwa kedamaian sejati tidak ditemukan saat semua orang menyukai, tapi ketika  mampu tetap tenang meski dunia menuduh tanpa alasan. Dengan menyerahkan segala perkara kepada keadilan Tuhan, Anda dan Saya mendapat kebenaran masa depan dan  ketenangan batin di kekinian waktu.

Opa Jappy | Pro Life Indonesia

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy