Josevan
Josevan Programmer

Menulis Artikel dengan Topik Pendidikan, Teknologi dan Games

Selanjutnya

Tutup

Video

Video Viral AI Skeleton dan Socrates: Hiburan Unik dengan Plot Twist yang Menarik

9 April 2026   15:02 Diperbarui: 9 April 2026   15:17 166 2 3

Sebagai pengguna sosial media seringkali kita melihat konten yang sebagian besar sesuai algoritma entah itu di youtube ,instagram,tiktok maupun facebook.Nah belakangan ini mungkin beberapa dari kita sudah pernah liat video AI yang satu ini Skeleton yang pergi ke masa lalu membawa benda yang berasal dari masa sekarang. Uniknya di setiap Video-video narasi cerita  yang digenerate oleh AI tersebut selalu menampilkan socrates di zaman apapun, bahkan ada video narasi yang membawa socrates ke masa sekarang.


Fenomena video AI “Skeleton dan Socrates” ini memang menarik karena memadukan unsur sejarah, absurditas, dan humor yang relate dengan kehidupan modern. Cerita-cerita yang muncul biasanya terasa seperti eksperimen waktu yang aneh, tapi justru di situlah daya tariknya.

Gambar: Skeleton dan Socrates (Sumber=Tiktok: AsepTheSkeleton)
Gambar: Skeleton dan Socrates (Sumber=Tiktok: AsepTheSkeleton)

Video ini biasanya menampilkan karakter skeleton (kerangka manusia) yang melakukan perjalanan lintas waktu sambil membawa benda-benda dari masa modern ke masa lalu. Keunikan dari konten ini terletak pada kemunculan tokoh filsafat legendaris, Socrates, yang hampir selalu hadir di berbagai versi cerita, bahkan dalam latar waktu yang berbeda-beda.


Salah Satu Narasi Populer: Socrates di Zaman Modern

Salah satu daya tarik utama dari tren ini adalah variasi cerita yang terus berkembang. Setiap video menghadirkan sudut pandang yang berbeda, namun tetap mempertahankan elemen khasnya. Salah satu narasi yang paling banyak menarik perhatian adalah ketika skeleton membawa Socrates ke zaman modern.

Dalam cerita tersebut, Socrates digambarkan mengalami kebingungan saat pertama kali tiba di dunia yang sangat berbeda dari zamannya. Ia berdiri di tengah kota dengan lampu-lampu terang, kendaraan yang berlalu lalang, serta orang-orang yang sibuk dengan perangkat di tangan mereka. Meskipun berada di ruang yang sama, interaksi langsung antarmanusia tampak sangat minim.

Melihat kondisi tersebut, ia pun bertanya:

“Apakah ini bentuk baru dari dialog?”

Skeleton, dengan sikap santainya, hanya menunjukkan sebuah smartphone sebagai jawaban. Dari sinilah Socrates mulai mengenal konsep media sosial—sebuah ruang di mana semua orang dapat berbicara, tetapi tidak selalu saling mendengarkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4