Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Tiga Bulan Lift Mati di Klender Baru: Saatnya Pemprov DKI dan DJKA Tak Lagi Saling Tunggu. Omjay sudah mendapatkan penjelasannya dari kepala stasiun Klender Baru dan akun Computer Line di komentar kompasiana. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.
Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan laporan yang disampaikan. Kami sangat memaklumi adanya anggapan bahwa seluruh fasilitas di stasiun merupakan tanggung jawab langsung KAI Commuter.
Namun, perlu kami informasikan bahwa pengelolaan stasiun melibatkan pembagian wewenang yang berbeda antara Regulator (DJKA Kemenhub), Pemilik Infrastruktur (Kemenhub/KAI), dan Operator (KAI Commuter). Lebih lanjut dapat kami sampaikan bahwa dalam kaitannya dengan lift di Stasiun Klender Baru seperti yang dikeluhkan bukan berada di area stasiun dan dibangun oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta sehingga untuk perawatan ataupun perbaikan lift bukan merupakan kewajiban KAI/KAI Commuter.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007 dan Permenhub No. 63 Tahun 2019, KAI Commuter bertugas sebagai operator layanan perjalanan (kereta, kru, dan tiket), atau dalam hal ini memegang izin operasi sarana. Sementara itu, infrastruktur fisik dan pendukung seperti lift di stasiun-stasiun tertentu (terutama jalur DDT) secara umum masih dalam ranah pembangunan atau pemeliharaan pihak kementerian terkait.
Meskipun demikian, kami tetap menindaklanjuti keluhan tersebut. Keluhan ini tetap menjadi prioritas kami untuk dikoordinasikan secara intensif dengan pihak-pihak yang berwenang agar perbaikan fasilitas tersebut dapat segera terealisasi demi kenyamanan bersama. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menjadi mata dan telinga bagi kemajuan layanan transportasi publik kita.Commuter Line KAI

Setelah membaca komentar dari akun Commuter Line tersebut, maka Omjay memberanikan diri menulis surat terbuka untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)
Surat Terbuka untuk Gubernur, Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Yth.
Bapak Gubernur Provinsi Jakarta
Bapak Wakil Gubernur Provinsi Jakarta
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI
di Tempat
Dengan hormat,
Perkenankan kami, sebagai masyarakat pengguna transportasi publik, menyampaikan suara hati yang mungkin selama ini terpendam di tengah padatnya aktivitas kota.