Video

Apa yang Bisa Diketahui dari Pemeriksaan Dara?|Edukasi TLM UNISA YOGYAKARTA

10 Juli 2026   22:15 Diperbarui: 10 Juli 2026   22:17 65 0 0


Pentingnya Pemeriksaan Darah bagi Kesehatan Tubuh



Video edukasi ini dikemas dalam bentuk bincang-bincang santai atau podcast yang dipandu dan diisi oleh sekelompok mahasiswa program studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta . Melalui video ini, para mahasiswa Unisa Yogyakarta berbagi pengetahuan mengenai apa saja yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah serta mengapa prosedur medis ini sangat krusial bagi kehidupan kita.

Pembahasan diawali dengan sebuah penegasan bahwa pemeriksaan darah memiliki peran yang sangat penting dalam dunia kesehatan. Banyak penyakit di dalam tubuh manusia yang pada fase awal sama sekali tidak memunculkan gejala klinis. Melalui pemeriksaan sampel darah di laboratorium, tenaga kesehatan dapat mendeteksi keberadaan suatu penyakit lebih dini. Prinsip utamanya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga penanganan medis dapat dilakukan sebelum kondisi penyakit tersebut menjadi semakin parah.

Dalam penjelasannya, mahasiswa TLM Unisa Yogyakarta memaparkan beberapa jenis pemeriksaan darah yang paling umum di masyarakat, seperti pengecekan kadar glukosa untuk mendeteksi diabetes, serta pengecekan kadar kolesterol dan asam urat. Prosedur penjaruman atau pengambilan darah pun terbagi menjadi dua metode utama, yaitu menggunakan lancet (pemeriksaan kapiler di ujung jari dengan volume darah sedikit) dan menggunakan spuit atau jarum suntik (pembuluh darah vena di lipatan siku untuk kebutuhan volume darah yang lebih banyak).

Menariknya, para mahasiswa juga meluruskan beberapa mitos yang sering beredar di masyarakat luas. Mitos pertama menyatakan bahwa jika hasil tes darah normal, berarti seseorang sepenuhnya sehat. Hal ini dibantah karena ada beberapa kondisi medis tertentu seperti,keberadaan kista yang tidak bisa dideteksi hanya lewat sampel darah, melainkan membutuhkan pemeriksaan penunjang lain seperti Ultrasonografi (USG) atau CT Scan. Mitos kedua adalah kekhawatiran bahwa darah akan habis jika sering diambil. Fakta biologisnya, tubuh manusia secara konstan memproduksi jutaan sel darah baru setiap hari, sehingga volume darah yang diambil sedikit untuk keperluan laboratorium tidak akan membuat stok darah di dalam tubuh habis.

Sebagai penutup, mahasiswa Unisa Yogyakarta merekomendasikan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan darah secara berkala, minimal enam bulan sekali. Langkah preventif ini sangat penting untuk selalu memantau kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.