Halo! Saya Ibu dengan anak remaja, sering menulis tentang parenting for teens. Selain itu, sebagai Google Local Guides, saya juga kerap mengulas aneka destinasi dan kuliner maknyus! Utamanya di Surabaya, Jawa Timur. Yuk, main ke blog pribadi saya di www.bukanbocahbiasa.com
Bisa jadi, selalu ada jiwa "anak kecil" yang membersamai tiap orang dewasa. Nggak hanya saya, manusia di semua penjuru dunia juga mengalami hal serupa.
Seperti saat kami bertandang ke Google Plex di California, Amerika Serikat. Para "bocah kecil" itu menemukan spot yang sangat on point. Kami (151 peserta Google Local Guides Summit) diajak untuk bersenang-senang. Explore lokasi yang sedemikian luas, makan aneka penganan yang ciamik (plus rentan bikin sugar rush!)

Ada trampoline untuk manusia dewasa yang ingin mengekspresikan sisi kanak-kanaknya. Semua sigap mengambil posisi, melakukan adegan melompat sambil happy happy. Walau jujur saja, saya nggak ikutan lompat di trampoline, ngeri euy! Khawatir kalau tetiba jatuh atau ketiban warga Eropa yang bodinya sak hohah!
Para Local Guides ini tetap bergembira, mungkin satu dua orang akan men-judge, "Dasar Norak!"
Wkwkwk, biarkan saja. Toh, tidak setiap hari bisa menikmati pengalaman seperti ini. Berkumpul dengan netizen dari 62 negara. Mengeksplorasi kantor pusat Google di San Francisco, dan pada gilirannya kami menghabiskan senja di destinasi yang penuh warna.
Teman saya dari Jawa Timur auto kepoin rumput sintetis yang ada di areal acara.
"Ini rumputnya imitasi ya?"
"Yo iyooo, nggak iso dadi pakan wedus, cah!" tukas Budiono, sohib yang juga jadi peserta di event ini.
Tiap delegasi membawa makanan khas masing-masing. Kami pun sibuk bertukar snack.
Ada juga yang bawa koin negaranya, dan bilang "You should come to my country to spend this money!"
Aaaakkk, apa yaaa, terminologi yang bisa mewakili nuansa hati yang saya rasakan?
Gembira?
Excited?
Euforia?
Atau... Norak?
Hahahaaa, apapun itu... Sungguh sudah sepantasnya saya melangitkan Syukur. Tidak semua orang dapat kesempatan untuk menikmati suasana ini, dan merasakan letupan rasa bahagia tanpa umpama.
Menyaksikan video di Google Plex, menerbitkan seulas senyum, sekaligus membuat lidah basah oleh "Alhamdulillah".
Hidup belakangan ini memang bukan kondisi ideal, bagi mayoritas dari kita. Bahkan banyak yang bilang, menjadi WNI adalah ujian hidup terlama dan terberat. Sambat dan keluh adalah hal manusiawi. Setiap perasaan kita butuh divalidasi. Akan tetapi, sesekali coba berpaling ke masa silam, simaklah aneka kisah yang bikin rasa gembira kian membuncah.
Buka lagi buku harian atau personal blog-mu. Temukan aneka dokumen pengalaman hidup, yang membawa kita pada kesimpulan bahwa "Kita pernah baik-baik saja". InsyaAllah akan selalu baik-baik saja. (*)