Omjay Labschool
Omjay Labschool Guru

Blogger Handal di Era Global wa 08159155515

Selanjutnya

Tutup

Video

Kisah MPLS Aqila TazaKKa Zafran Siswa Kelas 7B Mengikuti Kegiatan MPLS SMP Labschool Jakarta

25 Juli 2025   18:29 Diperbarui: 4 September 2025   08:08 324 2 3

Hari ketiga MPLS dimulai seperti biasa dengan berkumpul di Teater Kecil. Udara pagi terasa segar, dan semangat teman-teman makin terlihat. Hari itu, kami dijadwalkan untuk tur keliling lingkungan sekolah. Bagi saya pribadi, ini adalah kegiatan yang paling saya tunggu-tunggu. Saya ingin mengenal lebih dekat ruang-ruang di sekolah yang akan menjadi "rumah kedua" saya selama tiga tahun ke depan.

Kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar tur bisa berjalan tertib dan menyenangkan. Setiap kelompok dipandu oleh dua orang kakak OSIS yang ramah dan informatif. Saya berada di kelompok 4, dipandu oleh Kak Ayu dan Kak Bambang, dua sosok kakak kelas yang sangat perhatian dan sabar menjawab pertanyaan kami.

Kami memulai perjalanan dari lapangan upacara, tempat kami biasa melakukan baris-berbaris dan senam. Kak Bambang menjelaskan bahwa lapangan ini juga digunakan untuk kegiatan besar seperti lomba 17-an, classmeeting, dan pertandingan futsal antar kelas. Tak jauh dari situ, kami melihat bendera merah putih berkibar dengan gagah, seakan mengingatkan kami akan semangat nasionalisme yang harus terus dijaga.

Perjalanan lanjut ke masjid sekolah yang terletak di bagian belakang bangunan utama. Di sana, Kak Ayu menjelaskan bahwa setiap hari siswa bisa melakukan salat dzuhur berjamaah, bahkan ada program tahfiz dan kajian Rohis yang rutin diadakan. Suasana masjidnya bersih, teduh, dan sangat tenang. Saya langsung membayangkan betapa nyaman salat dzuhur di sana setelah belajar seharian.

Dari masjid, kami diajak masuk ke dalam gedung utama. Kami mengunjungi ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang bimbingan konseling. Kak Ayu mengatakan bahwa ruang BK bukanlah tempat "menakutkan", tetapi justru tempat untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan bantuan saat kita punya masalah. Penjelasan itu membuat saya merasa lebih tenang dan dihargai sebagai siswa.

Kami kemudian masuk ke laboratorium IPA yang penuh alat-alat eksperimen sains. Ada mikroskop, model organ tubuh, hingga alat uji zat kimia. Saya membayangkan betapa serunya nanti belajar Biologi dan Fisika di sana. Tak lama setelah itu, kami diajak melihat laboratorium komputer, tempat kami akan belajar teknologi, membuat program sederhana, dan mengenal dunia digital lebih dalam. Semua komputer diatur rapi, dan ruangan terasa sejuk dan futuristik.

Lalu kami beranjak ke ruang seni dan studio musik. Dinding ruang seni dipenuhi lukisan karya siswa, patung tanah liat, dan pajangan seni rupa lainnya. Sementara itu, di studio musik, kami melihat berbagai alat seperti drum, keyboard, gitar, dan sound system. Kak Bambang menjelaskan bahwa siswa Labschool diberi kebebasan untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas, baik melalui seni rupa maupun seni suara. Sungguh luar biasa!

Selanjutnya kami mampir ke perpustakaan, tempat yang sejak awal sudah membuat saya penasaran. Dan ternyata, benar saja---perpustakaannya sangat nyaman, tenang, dan modern. Ada rak-rak buku yang tersusun rapi, sofa baca, meja belajar kelompok, dan ruang baca khusus. Saya langsung melihat beberapa buku fiksi yang saya suka, seperti karya-karya Tere Liye dan J.K. Rowling. Saya merasa, ini akan jadi tempat favorit saya untuk menyendiri atau sekadar menenangkan diri sambil membaca buku.

Di akhir tur, kami dibawa ke kantin sekolah, tempat yang juga sangat penting bagi siswa, hehe. Kantinnya bersih, tertata rapi, dan menyediakan berbagai makanan sehat dan lezat. Kak Ayu bercerita tentang menu favorit siswa seperti nasi ayam teriyaki, mie goreng telur, hingga salad buah segar. Bahkan ada sistem antre dan pembayaran yang sudah mulai digital, lho!

Sebelum tur berakhir, kami juga diajak berdiskusi ringan tentang peran siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Kami diminta untuk aktif memilah sampah, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan toilet dan fasilitas umum. Kakak OSIS menekankan bahwa sekolah yang bersih bukan tanggung jawab petugas kebersihan saja, tapi tanggung jawab seluruh warga sekolah, termasuk siswa.

Saya merasa sangat terinspirasi setelah kegiatan hari ketiga ini. Tidak hanya karena saya kini mengenal setiap sudut sekolah, tapi juga karena saya merasa lebih terhubung secara emosional dengan lingkungan belajar saya. Tur ini membuka mata saya bahwa sekolah bukan hanya tempat mengerjakan PR dan ulangan, tapi juga tempat membangun karakter, berkreasi, dan berinteraksi dengan dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8