Omjay Labschool
Omjay Labschool Guru

Blogger Handal di Era Global wa 08159155515

Selanjutnya

Tutup

Video

Kisah MPLS Aqila TazaKKa Zafran Siswa Kelas 7B Mengikuti Kegiatan MPLS SMP Labschool Jakarta

25 Juli 2025   18:29 Diperbarui: 4 September 2025   08:08 324 2 3

Aqila Siswa Kelas 7B/dokpri
Aqila Siswa Kelas 7B/dokpri

KISAH MPLS AQILA TAZAKKKA ZHAFRAN
Siswa Kelas 7B SMP Labschool Jakarta

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai hai halo semuanya!

Perkenalkan, nama saya Aqila Tazakkka Zhafran dari kelas 7B, siswa baru di SMP Labschool Jakarta. Kali ini, saya ingin berbagi sebuah cerita yang sangat berkesan dalam hidup saya, yaitu pengalaman mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

MPLS bukan hanya tentang mengenal gedung sekolah, tetapi juga tentang menemukan semangat baru, membangun pertemanan, dan melatih kemandirian. Inilah cerita saya selama menjalani lima hari penuh inspirasi, tantangan, dan harapan.

PRA-MPLS: Langkah Awal yang Menegangkan

Semua dimulai dari kegiatan Pra-MPLS, hari pertama saya secara resmi menginjakkan kaki sebagai murid Labschool. Saya datang pagi-pagi sekali dengan seragam putih biru yang rapi, lengkap dengan topi dan dasi, serta hati yang penuh campuran rasa: gugup, penasaran, dan antusias.

Kami disambut oleh guru-guru yang ramah dan kakak-kakak OSIS yang begitu bersahabat. Mereka memberi senyum hangat, menyapa satu per satu, dan membantu kami memahami denah sekolah.

Hari itu, kami dikenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah:

  • Ruang kelas yang bersih dan nyaman
  • Perpustakaan yang tenang dan penuh koleksi buku menarik
  • Lapangan luas tempat kami bisa olahraga dan upacara
  • Laboratorium, ruang seni, ruang komputer, dan studio musik

Saya merasa bangga dan senang bisa menjadi bagian dari sekolah ini.

Hari Pertama MPLS: Bertemu Kakak-Kakak yang Menginspirasi

Hari pertama MPLS dimulai dengan upacara pembukaan di Teater Kecil. Tempat itu menjadi saksi bisu awal langkah kami sebagai Labschoolers. Kami semua hadir dengan atribut lengkap dan semangat membara.

Sesi pertama adalah sambutan dari kakak-kakak OSIS, MPK, dan ROHIS. Mereka memperkenalkan diri dan menjelaskan tugas serta program kerja mereka. Saya benar-benar terinspirasi oleh keberanian mereka berbicara di depan umum dengan percaya diri.

Kemudian, kami mendengarkan sambutan dari Ibu Yati Suwartini S.Pd, Kepala Sekolah SMP Labschool Jakarta. Beliau mengatakan dengan tegas namun lembut:

"Labschool bukan sekadar tempat menimba ilmu, tapi juga tempat menempa karakter. Jadilah siswa yang cerdas, jujur, disiplin, dan peduli."

Kata-kata itu membekas dalam hati saya. Saya sadar bahwa belajar di Labschool bukan hanya soal nilai, tapi juga soal nilai-nilai kehidupan.

Hari Kedua MPLS: Belajar Menjadi Labschoolers Sejati

Di hari kedua, kami mengikuti materi-materi penting yang sangat berguna sebagai bekal awal menjadi siswa Labschool:

  • Tata tertib dan budaya sekolah
  • Etika berbicara dan bersikap kepada guru dan teman
  • Pemanfaatan media sosial secara positif
  • Semangat Labschool: jujur, disiplin, bertanggung jawab

Setelah itu, kami mengikuti berbagai games kelompok yang seru dan menantang. Saya tergabung dalam kelompok yang terdiri dari teman-teman berbagai kelas. Kami harus menyusun strategi dan bekerja sama dalam tantangan permainan.

Dari situ saya belajar bahwa kolaborasi dan komunikasi adalah kunci keberhasilan. Saya mulai mengenal lebih banyak teman, dan kami tertawa bersama seperti sudah lama saling kenal. Rasa canggung perlahan menghilang, digantikan oleh rasa hangat dan percaya diri.

Berikut bagian "Hari Ketiga MPLS: Menjelajahi Setiap Sudut Sekolah" yang telah diperluas hingga sekitar 500 kata tambahan, menambahkan lebih banyak pengalaman, kesan pribadi, serta interaksi bersama kakak OSIS dan teman-teman:

Hari Ketiga MPLS: Menjelajahi Setiap Sudut Sekolah

Hari ketiga MPLS dimulai seperti biasa dengan berkumpul di Teater Kecil. Udara pagi terasa segar, dan semangat teman-teman makin terlihat. Hari itu, kami dijadwalkan untuk tur keliling lingkungan sekolah. Bagi saya pribadi, ini adalah kegiatan yang paling saya tunggu-tunggu. Saya ingin mengenal lebih dekat ruang-ruang di sekolah yang akan menjadi "rumah kedua" saya selama tiga tahun ke depan.

Kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar tur bisa berjalan tertib dan menyenangkan. Setiap kelompok dipandu oleh dua orang kakak OSIS yang ramah dan informatif. Saya berada di kelompok 4, dipandu oleh Kak Ayu dan Kak Bambang, dua sosok kakak kelas yang sangat perhatian dan sabar menjawab pertanyaan kami.

Kami memulai perjalanan dari lapangan upacara, tempat kami biasa melakukan baris-berbaris dan senam. Kak Bambang menjelaskan bahwa lapangan ini juga digunakan untuk kegiatan besar seperti lomba 17-an, classmeeting, dan pertandingan futsal antar kelas. Tak jauh dari situ, kami melihat bendera merah putih berkibar dengan gagah, seakan mengingatkan kami akan semangat nasionalisme yang harus terus dijaga.

Perjalanan lanjut ke masjid sekolah yang terletak di bagian belakang bangunan utama. Di sana, Kak Ayu menjelaskan bahwa setiap hari siswa bisa melakukan salat dzuhur berjamaah, bahkan ada program tahfiz dan kajian Rohis yang rutin diadakan. Suasana masjidnya bersih, teduh, dan sangat tenang. Saya langsung membayangkan betapa nyaman salat dzuhur di sana setelah belajar seharian.

Dari masjid, kami diajak masuk ke dalam gedung utama. Kami mengunjungi ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang bimbingan konseling. Kak Ayu mengatakan bahwa ruang BK bukanlah tempat "menakutkan", tetapi justru tempat untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan bantuan saat kita punya masalah. Penjelasan itu membuat saya merasa lebih tenang dan dihargai sebagai siswa.

Kami kemudian masuk ke laboratorium IPA yang penuh alat-alat eksperimen sains. Ada mikroskop, model organ tubuh, hingga alat uji zat kimia. Saya membayangkan betapa serunya nanti belajar Biologi dan Fisika di sana. Tak lama setelah itu, kami diajak melihat laboratorium komputer, tempat kami akan belajar teknologi, membuat program sederhana, dan mengenal dunia digital lebih dalam. Semua komputer diatur rapi, dan ruangan terasa sejuk dan futuristik.

Lalu kami beranjak ke ruang seni dan studio musik. Dinding ruang seni dipenuhi lukisan karya siswa, patung tanah liat, dan pajangan seni rupa lainnya. Sementara itu, di studio musik, kami melihat berbagai alat seperti drum, keyboard, gitar, dan sound system. Kak Bambang menjelaskan bahwa siswa Labschool diberi kebebasan untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas, baik melalui seni rupa maupun seni suara. Sungguh luar biasa!

Selanjutnya kami mampir ke perpustakaan, tempat yang sejak awal sudah membuat saya penasaran. Dan ternyata, benar saja---perpustakaannya sangat nyaman, tenang, dan modern. Ada rak-rak buku yang tersusun rapi, sofa baca, meja belajar kelompok, dan ruang baca khusus. Saya langsung melihat beberapa buku fiksi yang saya suka, seperti karya-karya Tere Liye dan J.K. Rowling. Saya merasa, ini akan jadi tempat favorit saya untuk menyendiri atau sekadar menenangkan diri sambil membaca buku.

Di akhir tur, kami dibawa ke kantin sekolah, tempat yang juga sangat penting bagi siswa, hehe. Kantinnya bersih, tertata rapi, dan menyediakan berbagai makanan sehat dan lezat. Kak Ayu bercerita tentang menu favorit siswa seperti nasi ayam teriyaki, mie goreng telur, hingga salad buah segar. Bahkan ada sistem antre dan pembayaran yang sudah mulai digital, lho!

Sebelum tur berakhir, kami juga diajak berdiskusi ringan tentang peran siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Kami diminta untuk aktif memilah sampah, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan toilet dan fasilitas umum. Kakak OSIS menekankan bahwa sekolah yang bersih bukan tanggung jawab petugas kebersihan saja, tapi tanggung jawab seluruh warga sekolah, termasuk siswa.

Saya merasa sangat terinspirasi setelah kegiatan hari ketiga ini. Tidak hanya karena saya kini mengenal setiap sudut sekolah, tapi juga karena saya merasa lebih terhubung secara emosional dengan lingkungan belajar saya. Tur ini membuka mata saya bahwa sekolah bukan hanya tempat mengerjakan PR dan ulangan, tapi juga tempat membangun karakter, berkreasi, dan berinteraksi dengan dunia.

Saya juga jadi makin kagum pada kakak-kakak OSIS yang mampu memandu tur dengan profesional dan bersahabat. Mereka menjawab pertanyaan kami dengan serius, tapi tetap menyenangkan. 

Hari ketiga MPLS benar-benar membuat saya jatuh cinta pada Labschool. Setiap ruang punya cerita, dan saya ingin menjadi bagian dari cerita itu.

 

Hari Keempat MPLS: Menyusun Harapan dan Kesan

Hari keempat terasa lebih reflektif dan mendalam. Kami diajak untuk merenungkan apa saja yang sudah kami pelajari selama MPLS. Kami diminta menuliskan kesan, pesan, dan harapan dalam secarik kertas.

Kakak-kakak OSIS menyampaikan pesan terakhir mereka:

"Jangan takut mencoba. Jadilah siswa yang aktif, kreatif, dan pantang menyerah."

Saya merasa semakin yakin bahwa saya tidak sendiri. Ada banyak teman dan kakak yang siap membantu saya tumbuh.

Hari Kelima MPLS: Expo Ekskul yang Spektakuler!

Inilah hari yang paling saya tunggu-tunggu: EXPO EKSKUL!

Setiap ekskul membuka stand mereka masing-masing dengan hiasan, demo, alat peraga, dan poster menarik. Saya berkeliling dan mencoba mengenal satu per satu ekskul yang ada. Akhirnya saya memutuskan bergabung dalam tiga ekskul yang benar-benar menarik perhatian saya:

1. Jurnalistik

Saya suka menulis dan ingin mengasah kemampuan menyampaikan informasi secara menarik dan bertanggung jawab. Di ekskul ini, saya bisa belajar cara membuat berita, reportase, bahkan membuat buletin sekolah.

2. Pencak Silat

Saya kagum dengan gerakan kakak-kakak yang energik dan penuh konsentrasi saat demo. Silat tidak hanya melatih fisik, tapi juga mental, disiplin, dan ketahanan diri.

3. Futsal

Sebagai pencinta sepak bola sejak kecil, futsal menjadi pilihan alami saya. Saya ingin belajar bermain secara tim, menjalin kerja sama, dan tentunya menjadi atlet yang membanggakan sekolah.

Saya merasa bangga bisa memilih tiga ekskul yang mewakili tiga sisi diri saya: menulis, bertarung, dan bermain tim.

Komentar dari Omjay -- Guru Blogger Indonesia 

Saya sangat bersyukur ketika tulisan ini sempat dibaca oleh Omjay, seorang tokoh pendidikan dan blogger senior yang dikenal luas sebagai Guru Blogger Indonesia. Omjay memberi tanggapan positif terhadap kisah saya:

 

"Zhafarm menulis dengan hati. Tulisan ini bukan sekadar laporan kegiatan, tapi refleksi mendalam dari seorang siswa yang sedang bertumbuh. Saya senang melihat siswa seperti Zhafran bisa merangkai kata demi kata, membagikan pengalaman yang jujur dan inspiratif. Semoga semakin banyak siswa menulis seperti ini."
--- Omjay, Guru Blogger Indonesia

 

Komentar itu membuat saya semakin semangat untuk terus menulis dan belajar. Saya berharap suatu hari nanti bisa menjadi jurnalis atau penulis yang bisa memberi inspirasi seperti Omjay.

 

Refleksi: Pelajaran dari MPLS

 

Dari MPLS, saya mendapatkan banyak pelajaran yang tidak akan saya lupakan:

 

Berani menyapa dan berteman dengan orang baru
Menghargai perbedaan dan mendengarkan pendapat orang lain
Menjaga lingkungan bersama-sama
Menemukan minat dan bakat melalui ekskul
Menjadi siswa yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab

 

Saya juga belajar bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan awal tahun, tapi fondasi penting untuk mengenal identitas sekolah dan membentuk diri saya sebagai Labschooler sejati.

 

Penutup: Perjalanan Baru Dimulai

 

Kini MPLS telah usai. Tapi ini bukan akhir---ini permulaan. Saya akan memulai hari-hari saya sebagai 3siswa SMP Labschool Jakarta dengan semangat baru. Saya ingin aktif dalam pelajaran, berkontribusi dalam ekskul, dan menjadi siswa yang bisa membanggakan orang tua dan sekolah.

 

Terima kasih kepada:
Bu Yati Suwartini S.Pd yang memberi sambutan penuh makna
Pak Adi dan para guru yang membimbing kami dengan sabar
Kakak-kakak OSIS, MPK, dan ROHIS yang selalu semangat dan sabar
Teman-teman baru yang menyenangkan dan membuat saya merasa diterima

 

Saya yakin, dengan bimbingan guru dan dukungan teman-teman, saya bisa mencapai cita-cita saya---dimulai dari Labschool ini.

 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Aqila Tazakkka Zhafran -- Kelas 7B

 

Omjay (Wijaya Kusumah) Bu Yati Suwartini S.PdAqila Tazakka Zhafran

Rekaman video MPLS SMP Labschool Jakarta 3 tahun lalu


 

 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8