Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

When the world is still hushed and empty,
I awake to loneliness and silence.
Only a wordless prayer---not asking for another path,
But for the strength to walk this one.
A path full of thorns and jagged stones,
Squeezed by ravines, hemmed in by nets;
Yet, I do not falter, stepping through the silence and the shade.
Perhaps that is the path you will also tread;
Remember, He has opened the way for you to walk without doubt.
A path full of thorns and jagged stones,
Squeezed by ravines, hemmed in by nets;
Yet, we do not falter as we move.
In the silence and the stillness of the morning,
With every dawn, a new hope;
In every step, continuing to brave the storm with faith, loyalty, and love....
In the morning silence, He shines upon me, so I may step forward without fear
###
Ketika dunia masih sunyi dan sepi.
Aku bangun menuju kesepian dan kesunyian.
Hanya doa tanpa suara bukan meminta jalan lain.
Namun kekuatan melewati jalan.
Jalan penuh duri, batu koral.
Dijepit jurang, diapit jaring,
Namun tak gentar melangkah dalam sunyi dan keteduhan.
Mungkin itu jalan yang khan kau lewati,
Ingatlah, Dia tlah buka jalan untukmu agar melangkah tanpa keraguan.
Jalan penuh duri, batu koral
Dijepit jurang, diapit jaring
Namu kita tak gentar melangkah.
Dalam sunyi dan keteduhan pagi
Setiap fajar, harapan baru
Di setiap langkah, tetap melawan badai dengan iman, kesetiaan, dan kasih ....
Dalam sunyi pagi, Ia menyinari aku agar tak gentar melangkah.
"Silence Path"
Merupakan refleksi spiritual yang mendalam mengenai perjalanan hidup yang sulit namun dijalani dengan iman.
Suasana pagi yang sunyi [00:23]; "kesepian" dan "kesunyian" sebagai ruang sakral untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui "doa tanpa suara" [03:11].
Ajakan spiritual agar tidak meminta agar jalannya diganti menjadi lebih mudah ("bukan meminta jalan lain"), melainkan kekuatan agar mampu melewati jalan yang sudah ditetapkan [00:52].
Hal tersebut karena hidup dan kehidupan sebagai jalan yang penuh "duri", "batu koral", "dijepit jurang", dan "diapit jaring" [01:11]. Melambangkan kesulitan, bahaya, dan keterbatasan yang seringkali menghimpit manusia atau siapa pun.
Tapi, walaupun ada himpitan dan penghalang, kehadiran "Dia" (Tuhan) menjadi titik balik. Keyakinan bahwa jalan telah dibuka oleh-Nya membuat keraguan hilang [01:39].
Kehadiran tersebut, sebagai simbol harapan baru untuk melawan "badai" kehidupan dengan modal iman, kesetiaan, dan kasih [05:10].
Video menghantar ke nuansa yang meditatif dan tenang. Kecepatan pembacaan puisi yang lambat memberi ruang agar pendengar untuk merenungkan setiap baris kalimat tentang perjuangan dan iman.
Sekaligus penguatan untuk semua yang sementara melewati masa sulit ("jalan penuh duri"). Dengan itu menyadari bahwa keberanian tak datang dari absennya masalah, melainkan dari penyertaan Tuhan dan keteguhan hati dalam kasih serta iman.
https://youtu.be/yNctKzBLnq4
Opa Jappy | Pro Life Indonesia