Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Puisi, Artikel, "Daur Ulang Kasih Sayang Kita"

1 Februari 2026   11:32 Diperbarui: 1 Februari 2026   12:59 75 0 0

My Valentine | Opa Jappy 
My Valentine | Opa Jappy 
This Valentine, Daur Ulang Kasih Sayang Kita"


In this Valentine
May our love
Grow stronger
Day by day  

Your smile heals the wounds
of my heart
The sun is unable to burn my skin
Its rays keep their distance from me.

On Valentine's Day
I express How much
I love you You
are everything to Me
For you, I don't have a lavish
Valentine's gift
But only a whole heart
that loves You

In this Valentine
May our love
Grow stronger
Day by day  

Di Valentine ini
Cinta kita
Semakin hari
Semakin bertambah  

Senyummu menyembuhkan
luka-luka batinku
Matahari tak mampu membakar kulitku
Sinarnya menjauh dariku  

Kamu Valentineku
Kita pergi ke tempat tak berbatas
Di sana hanya ada aku dan kamu
Di sana kita menjadi diri sendiri
Di sana cinta kita bersemi  

Di Valentine
Aku mengungkapkan
Betapa kumencintaimu
Dirimu segalanya bagiku
Untukmu, aku tak mempunyai hadiah Valentine mewah
Tapi hanya hati yang utuh mengasihimu  

Di Valentine ini
Cinta kita
Semakin hari
Semakin bertambah  

In this Valentine
May our love
Grow stronger
Day by day  

Pemegang Hak Cipta (Vocal, Musik, Video, Lyrics) Opa Jappy, WA +62 81 81 26 858


Between The Steam of Coffe

"Daur Ulang Kasih Sayang Kita"

"Daur Ulang" biasanya berkonotasi dengan barang bekas, pada konteks puisi ini, menyiratkan cinta yang diperbarui, berkelanjutan, dan tidak pernah habis.

"Daur Ulang" sebagai keberlanjutan "Cinta yang tidak dibuang saat ada masalah, melainkan diperbaiki dan dibentuk kembali menjadi sesuatu yang lebih kuat."  Serta komitmen untuk terus mencintai orang yang sama dengan cara-cara baru setiap harinya. Di dalamnya menyangkut sejumlah perenungan untuk semua.

Kesederhanaan yang Mendalam. Ketulusan di atas materialisme. Penulis secara eksplisit menyatakan, "tidak memiliki hadiah mewah ("I don't have a lavish Valentine's gift"), namun menawarkan sesuatu lebih berharga, yaitu hati yang utuh." Ini adalah kritik lembut terhadap komersialisasi  Valentine, mengembalikan fokus pada koneksi emosional.

Penggunaan bahasa Inggris dan Indonesia menciptakan jembatan emosional. Bagian bahasa Inggris terasa lebih universal dan deklaratif; sementara bagian bahasa Indonesia terasa lebih intim dan puitis.

Repetisi (Pengulangan), "In this Valentine / May our love / Grow stronger / Day by day" berfungsi sebagai chorus atau mantra. Pengulangan ini memperkuat harapan akan keberlanjutan hubungan tersebut.

Metafora Alam dan Perlindungan. "Matahari tak mampu membakar kulitku," hiperbola yang indah. Kehadiran pasangan sebagai pelindung atau "peneduh" dari kerasnya dunia luar.

"Tempat tak berbatas," menggambarkan ruang privat (emosional maupun spiritual), pasangan bisa menjadi diri sendiri tanpa penghakiman sosial. Sekaligus penyembuhan (healing); "Senyummu menyembuhkan luka-luka batinku." Menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar romansa permukaan, melainkan dukungan emosional yang suportif dan terapeutik.

"Daur Ulang Kasih Sayang Kita" adalah  afirmasi cinta yang sehat. Ia tidak menjanjikan kemewahan duniawi, melainkan kehadiran, kesembuhan, dan ruang aman untuk bertumbuh bersama. Sangat cocok dibacakan sebagai ucapan personal karena bahasanya yang jujur dan tidak pretensius.

Revolusi Ketulusan

"Daur ulang Kasih Sayang" merupakan seruan untuk Kembali ke Esensi (Anti-Materialisme). Secara halus mengkritik tren Valentine modern yang terjebak pada kado mewah, cokelat mahal, atau makan malam mewah. Padahal, "hati yang utuh" jauh lebih bernilai daripada "hadiah mewah". Ini juga  ajakan untuk merayakan ketulusan, bukan sekadar kemampuan finansial.

Cinta sebagai Ruang Aman (Safe Space).  Ada seruan kuat tentang pentingnya menjadi diri sendiri (authenticity). "Di sana kita menjadi diri sendiri", bahwa cinta sejati seharusnya menciptakan ruang agar seseorang tidak perlu memakai topeng atau berpura-pura.

Kekuatan Penyembuhan (Healing Power). Kasih sayang bukan hanya senang-senang, tapi soal empati; cinta sejati harus mampu menjadi obat bagi luka batin, serta kehadiran pasangan seharusnya memberikan ketenangan di tengah "panasnya" beban hidup (simbolisme matahari yang tidak mampu membakar kulit).

"Daur Ulang Kasih Sayang,"  seruan paling unik bahwa cinta tidak boleh menjadi "barang sekali pakai" yang dibuang saat bosan. Kasih sayang harus terus diputar, diperbarui, dan dirawat agar tetap segar setiap hari (Day by day).

Akhirnya, siapa pun yang memadu cinta dan kasih sayang, tidak terjebak pada seremoni setahun sekali yang dangkal. Melainkan membangun hubungan yang berkelanjutan, menyembuhkan, dan tulus, ketika dua orang bisa saling menjaga tanpa perlu kemewahan semu.

Antonius Tan | Opa Jappy