Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Kampanye Anti Child Grooming, "PSA untuk Opa Oma"

18 Februari 2026   11:03 Diperbarui: 18 Februari 2026   12:25 81 0 1

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 


Menjadi Pelindung Cucu, Pesan Sayang untuk Opa dan Oma di Era Digital

Halo Opa dan Oma yang terkasih. Di masa pensiun atau hari tua ini, kehadiran cucu tentu menjadi pelipur lara dan kebahagiaan yang tak ternilai. Namun, Opa Oma harus menyadari bahwa tantangan membesarkan anak di tahun 2026 ini sangat berbeda dengan zaman doeloe, ketika Opa Oma waktu masih kecil dan remaja

Dan, parahnya, pada masa kini, kejahatan seksual (banyak modus dan bentuk) terhadap anak atau secara menyeluruh sebagai Child Grooming bukan lagi sekadar isu di berita, tapi ancaman nyata yang mengintai masa depan generasi atau para cucu tercinta. Sebagai sosok yang paling dihormati di keluarga, Opa dan Oma memiliki peran kunci agar menjadi "Benteng Pertahanan Terakhir" pada cucu-cucu tercinta.

Cucu-cucu Sangat Membutuhkan Opa Oma

Saat ini, banyak "Papa dan Mama Muda" (anak-anak dan menantu) yang sangat sibuk bekerja dengan mobilitas tinggi. Sehingga pengawasan harian jatuh ke tangan pengasuh atau asisten rumah tangga. Pada saat itulah muncul celah yang bisa dimasuki oleh Predator Child Grooming. Perlu Opa Oma ingat bahwa

  • Celah Komunikasi. Predator sering masuk saat orang tua sibuk dan anak merasa kesepian.
  • Manipulasi Halus. Predator tidak datang seperti penjahat di film. Mereka menyamar menjadi orang yang sangat baik, sopan, atau teman bermain game online cucu.
  • Pengasuh yang Lengah. Kadang pengasuh di rumah tidak paham risiko internet, sehingga membiarkan cucu bermain ponsel tanpa batas.


Jika terjadi seperti itu, maka apa yang bisa Opa Oma bisa lakukan? Opa dan Oma adalah sosok yang biasanya lebih sabar dan punya waktu untuk mendengar. Mari menjadi "suhu" yang gunakan "ilmu sepuh" untuk melindungi para cucu tercinta. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain

Jadilah Pendengar Setia. Ajak cucu bercerita. Ciptakan suasana agar mereka aman bercerita tentang apa saja, termasuk jika ada orang dewasa yang meminta mereka merahasiakan sesuatu; sebab di mata predator, rahasia adalah senjata; keterbukaan adalah pelindung).

Awasi "Pintu Digital." Zaman dulu pintu rumah dari kayu, sekarang gerbang masuk orang asing adalah layar ponsel. Jika melihat cucu terlalu asyik dengan ponselnya, ajaklah mereka berinteraksi fisik---berkebun, membaca buku, atau sekadar jalan sore.

Edukasi dengan Kasih Sayang. Ingatkan anak-anak kita (Papa-Mama muda) agar tidak "lepas tangan" sepenuhnya ke pengasuh. Ingatkan mereka bahwa sesibuk apa pun mencari nafkah, kehadiran emosional orang tua adalah perisai utama anak.

Jangan Tabu. Jika ada hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar atau sekolah, jangan diam karena merasa sungkan atau takut aib.

Bicara adalah cara Opa Oma  menjaga para cucu. Karena, mereka adalah bunga di taman hari tua. Jadi jangan biarkan tangan-tangan jahat memetik dan merusaknya hanya karena kurang waspada."


Opa dan Oma! Mari rapatkan barisan. Pengalaman hidup adalah modal besar untuk membimbing Papa dan Mama muda agar lebih sigap. Pastikan cucu-cucu tumbuh di lingkungan aman, sehat, dan penuh cinta.


Salam Hangat dan Sehat Selalu

Opa Jappy | Pro Life Indonesia

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia 
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia 

Jaga Mahkota dan Kehormatan 


Anak cucu adalah mahkota dan kehormatan, namun mereka paling mudah menjadi sasaran predator Child Grooming. Oleh sebab itu, Anda dan Saya harus  bersatu pada satu garis pertahanan, melindungi masa depan generasi penerus dari ancaman yang tak terlihat ini. Menggabungkan kekuatan individu, komunitas, dan institusi, adalah langkah awal yang krusial agar menciptakan lingkungan aman untuk anak-anak.
 
Mari mulai dengan edukasi komprehensif tentang bahaya Child Grooming. Semua pihak, orang tua hingga guru, harus mengenali tanda-tanda perilaku mencurigakan dan memahami cara berkomunikasi dengan anak-anak. Serta membekali anak dengan pengetahuan dan keterampilan mengenali situasi berbahaya.

  • Tidak hanya itu, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat.
  • Mengadakan kegiatan komunitas seperti seminar dan kampanye kesadaran bisa mendatangkan dampak yang besar.
  • Semua elemen Pemerintah harus memfasilitasi dan mendukung program yang berorientasi pada perlindungan anak, demi menciptakan ruang aman.
  • Setiap suara dan aksi, sekecil apapun, memiliki kekuatan dalam perjuangan melawan kejahatan terhadap anak.


Mari berdiri bersama melawan penjahat yang mengancam kebahagiaan anak-anak. Memelihara dan menjaga mahkota dan kehormatan, bukan hanya tanggung jawab individu, tapi seluruh masyarakat. Karena dalam kebersamaan itu, pasti tercipta perubahan yang nyata dan melindungi generasi mendatang dari Predator Child Grooming.


(Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming)