Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan Predator Child Grooming.
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban
Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan penjahat dan kejahatan terhadap Anak-anak
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban
Mari Bersatu
Mari Bersatu
Sekali lagi, Mari Bersatu.
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban
Jangan Tunggu Anak Cucu Anda Jadi Korban Child Grooming, baru Anda Teriak, Bertindak, Ikut Mencegah
Jangan masa bodoh, acuh, diam, malas.
Sekarang saatnya.
Saatnya Anda berbicara, bergerak, dan bertindak;
Melawan Predator Child Grooming.
Menyelamatkan Anak-anak Indonesia
Menyelamatkan Generasi Masa Depan Indonesia

Di era digital saat ini, layar gawai telah menjadi jendela dunia anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan interaksi sosial, tersembunyi ancaman yang nyata dan predatoris yaitu Predator Child Grooming. Perhatikan foto (1) di atas, itu adalah alarm keras bahwa keamanan anak-anak di dunia maya adalah tanggung jawab mutlak semua. Dan, idealnya di foto (2) itulah "Lingkar Perlindungan."
Jika Anda dan Saya abai, maka berdampak fatal. Jika Anda dan saya diam, maka itu adalah membuka lebar gerbang masuknya predator child grooming hingga ke dalam kamar tidur anak dan cucu kita. Ruang yang dianggap paling aman sekalipun kini bisa ditembus melalui koneksi internet.
Para predator tidak datang dengan kekerasan fisik di awal, melainkan manipulasi emosional yang halus. Mereka merayap masuk, membangun kepercayaan, dan secara perlahan merampas kebahagiaan, kehormatan, serta mahkota Anda sebagai Papa, Mama, Opa, dan Oma. Kehilangan ini tidak ternilai harganya dan luka yang ditinggalkan sering kali permanen. Ada beberapa pilar tindakan untuk membentengi Anak Cucu, antara lain
Melindungi generasi penerus dari predator digital memerlukan sinergi antara kewaspadaan dan tindakan tegas. Jangan memilih jalan netral; itu buka pilihan yang baik tapi membiarkan terjadi kehancuran dan malapetaka menimpa anak cucu. Setiap detik yang dilewatkan tanpa pengawasan atau edukasi merupakan "pelanggaran berat" terhadap hukum perlindungan anak; hukum yang tertulis dalam hati dan jiwamu.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming
