Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Payu ram bersatu di lom sai barisan pertahanan, ngelawan Predator Child Grooming.
Demi keselamatan sanak-sanak rik masa depan peradaban.
Payu ram bersatu di lom sai barisan pertahanan, ngelawan penjahat rik kejahatan jama sanak-sanak.
Demi keselamatan sanak-sanak rik masa depan peradaban.
Payu Ram Bersatu
Payu Ram Bersatu
Sekali lagi, Payu Ram Bersatu.
Demi keselamatan sanak-sanak rik masa depan peradaban.
Dang nunggu sanak umpumu jadi korban Child Grooming, ampai pusikam mepek, bertindak, rik nutuk nyegah.
Dang masa bodoh, acuh, meneng, malas.
Ganta masani.
Masani pusikam cawa, bergerak, rik bertindak;
Ngelawan Predator Child Grooming.
Nyelamatko Sanak-sanak Lampung
Nyelamatko Generasi Masa Depan Indonesia
(Opa Jappy)

Kasus child grooming dan kekerasan seksual anak di Lampung menunjukkan situasi yang memerlukan perhatian serius dari kita semua. Data terbaru hingga awal 2026, masih fluktuatif namun laporan masyarakat mulai meningkat berkat keberanian untuk bersuara.
Dinas PPPA Kota Bandar Lampung mencatat sekitar 259 kasus kekerasan, di mana kasus pelecehan seksual terhadap anak menjadi salah satu yang mendominasi. Kasus-kasus terjadi di Pringsewu, Lampung Utara, Bandar Lampung, dan Lampung Tengah.
Banyak kasus melibatkan orang terdekat (seperti paman, ayah tiri, atau tetangga) dan penggunaan media sosial (cyber grooming). Di Pringsewu misalnya, baru saja dilaporkan (Januari 2026) penangkapan pelaku pencabulan terhadap balita yang masih kerabatnya sendiri.
Melihat banyaknya kasus yang melibatkan orang dekat, penguatan literasi digital bagi anak-anak di Lampung menjadi kunci agar mereka tidak mudah terjebak dalam rayuan predator di media sosial
Lampung bukan sekadar tanah lada; tapi rumah masa depan yang sedang tumbuh. Namun, di balik layar gawai dan di sudut-sudut ruang publik, ada ancaman senyap bernama Child Grooming sedang mengintai anak-anak. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan manipulasi sistematis oleh predator untuk menghancurkan masa depan generasi.
Semua Orang Lampung Harus Bergerak
Predator tidak datang dengan kekerasan di awal, tapi muncul dengan kata-kata manis, hadiah, dan perhatian palsu. Mereka membangun ikatan emosional hingga anak-anak merasa "nyaman," akhirnya terjerumus dalam jurang kehancuran.
"Payu ram bersatu di lom sai barisan pertahanan;" bukan sekadar slogan, melainkan panggilan darurat untuk seluruh elemen masyarakat Lampung---mulai dari tokoh adat, pendidik, hingga orang tua---agar membentuk perisai yang tak tertembus.
Pilar Utama perlawanan agar memutus rantai kejahatan Child Sexual di Lampung adala bertindak secara kolektif; sama-sama bertindak.
Dimulai dari peka terhadap Perubahan. Tak abai saat anak mulai menutup diri atau memiliki "teman dewasa" misterius. Kemudian, bekali anak dengan pengetahuan bahwa tubuh mereka adalah otoritas mereka sendiri. Dan, jika sudah terindikasi anak jadi korban, maka ciptakan ruang aman agar mereka melapor tanpa rasa takut akan aib.
"Dang nunggu sanak umpumu jadi korban Child Grooming, ampai pusikam mepek, bertindak, rik nutuk nyegah." Jangan menunggu hingga cucu atau kerabat sendiri yang menjadi korban baru tersadar. Penyesalan di akhir tak akan pernah mampu mengembalikan trauma yang dialami seorang anak.
Seruan Bertindak
Sifat masa bodoh, acuh, dan malas adalah sekutu terbaik bagi para predator. Di Bumi Lampung, semua mengenal Piil Pesenggiri, kehormatan dan martabat. Itu juga bisa bermakna, menjaga anak-anak adalah bagian tertinggi dari mempertahankan martabat kemanusiaan.
Ganta masani! Sekarang saatnya! Sekarang saatnya bicara, bergerak, dan bertindak secara nyata. Anda dan saya dilarang memberikan ruang sedikit pun pada predator untuk bernapas di tanah ini.
Payu Ram Bersatu. Demi keselamatan sanak-sanak; demi harga diri Lampung; dan demi masa depan peradaban Indonesia.
Nyelamatko Sanak-sanak Lampung, Nyelamatko Generasi Masa Depan Indonesia.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming