Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan Predator Child Grooming.
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban.
Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan penjahat dan kejahatan terhadap Anak-anak.
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban.
Mari Bersatu.
Mari Bersatu.
Sekali lagi, Mari Bersatu.
Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban.
Jangan Tunggu Anak Cucu Anda Jadi Korban Child Grooming, baru Anda Teriak, Bertindak, Ikut Mencegah.
Jangan masa bodoh, acuh, diam, malas.
Sekarang saatnya.
Saatnya Anda berbicara, bergerak, dan bertindak;
Melawan Predator Child Grooming.
Menyelamatkan Anak-anak Madura.
Menyelamatkan Generasi Masa Depan Madura.
Menyelamatkan Generasi Masa Depan Indonesia.
Ngaro' dhimn bareng daddi sttong bhibbenteng, alaban Predator Child Grooming.
Demi kasalamadhanna potra-potre bn masa depan paradhbhn.
Ngaro' dhimn bareng daddi sttong bhibbenteng, alaban panyajht bn kajhdhn d' knak-knak.
Demi kasalamadhanna potra-potre bn masa depan paradhbhn.
Ngaro' bareng asttong.
Ngaro' bareng asttong.
Sakal' mola, Ngaro' bareng asttong.
Demi kasalamadhanna potra-potre bn masa depan paradhbhn.
Jh' nantos kamo' bn bhibit paju daddi korbhn Child Grooming, br' panjhennengngan aterrak, aberri' tadhk, otab noro' nyeggh.
Jh' dhuli tak ramm, parajh, dhi'em, otab males.
Satya bnthuna.
Bnthuna panjhennengngan abudu', agherr' bn atadhk;
Alaban Predator Child Grooming.
Nalamadhaghi knak-knak Madhur.
Nalamadhaghi ghenerasi masa depan Madhur.
Nalamadhaghi ghenerasi masa depan Indonesia.
Opa Jappy | Pro Life Indonesia

Strategi Perlindungan Berbasis Klaster Wilayah. Klaster Endemi Predator Child Grooming di Jawa Timur
1. Klaster Kota Besar
2. Klaster Pantai Utara
3. Klaster Pantai Selatan
4. Klaster Tapal Kuda
5. Klaster Ujung Timur
6. Klaster Madura
Klaster Madura (Budaya-Kultural). Wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep atau keseluruhan Madura.
Ciri Khas Modus, "Domestic Sabotage." Predator bergerak dalam lingkaran keluarga besar atau hubungan pertunangan dini yang dipaksakan.
Mereka merusak nalar perlindungan dengan dalih "hak milik" atau persiapan menuju kedewasaan, padahal itu adalah pemerkosaan terhadap masa kanak-kanak.
Rintangan Penanganan, Budaya "Aib." Ada hukum tidak tertulis bahwa masalah domestik tidak boleh dibawa ke ranah hukum negara. Penyelesaian seringkali dilakukan secara kekeluargaan yang justru semakin menenggelamkan korban dalam penderitaan permanen.

Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, termasuk dengan Modus Child Grooming di Madura, beberapa tahun terakhir menunjukkan tren kenaikan. Kasus-kasus tersebut, diduga, lebih banyak dari perhatian publik dan dilaporkan ke aparat. Oleh sebab itu, Forum Ulama Perempuan Madura (FUPM) secara konsisten menekankan pentingnya komitmen lintas sektoral untuk menekan tingkat kejahatan yang dilakukan oleh Predator Child Grooming. Dampaknya, Pengadilan Negeri di wilayah Madura memberi vonis berat, hingga 18 tahun penjara, sebagai bentuk ketegasan terhadap predator anak, guna memberikan efek jera.
Beberapa Kasus Kejahatan Predator Child Grooming di Madura
Sampang. Pelaku menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran anak SD (usia 10 tahun). Modusnya adalah membujuk korban membeli sesuatu untuk menjalin kedekatan, trust building, kemudian melakukan pemaksaan. Pelaku adalah residivis kejahatan sejenis di 4 lokasi berbeda.
Bangkalan, Pamekasan, Sumenep. Predator memanipulasi status (pelaku mengaku bujang padahal sudah berkeluarga). Pelaku menggunakan film porno dan obat pencegah kehamilan untuk mengontrol korban. Kasus kekerasan seksual terjadi dalam lingkungan yang memiliki relasi kuasa timpang, sehingga korban cenderung sulit melapor karena tekanan domestik.
Karakteristik Modus di Madura
Manipulasi Kedekatan. Pelaku merupakan orang yang dikenal atau berdomisili cukup lama di lingkungan tersebut (modus grooming sosial).
Pemanfaatan Kerentanan. Predator mengincar anak-anak yang "lemah" atau tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi bujuk rayu material (makanan/barang).
Tafsir "Suka Sama Suka." Predator sering membela diri dengan dalil "suka sama suka." Padahal hukum secara tegas menyatakan bahwa dalam kasus anak, unsur pidana tidak hilang meski ada manipulasi "persetujuan" melalui grooming.
Upaya Penanganan
Halaqoh Ulama Perempuan. Sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren (seperti Ponpes Aqidah Usymuni Terate Sumenep) untuk merumuskan rekomendasi pencegahan berbasis budaya dan agama.
Patroli Siber. Peningkatan pengawasan terhadap akun-akun yang terindikasi melakukan pendekatan mencurigakan kepada anak-anak Madura di platform media sosial.
Edukasi "Budaya Aib." Gerakan massal untuk mengubah cara pandang bahwa melaporkan predator adalah tindakan menjaga kehormatan, bukan membuka aib keluarga.

Martabat Madura bukan hanya soal menjaga tanah atau kehormatan nama, tapi melindungi kesucian potra-potre Tanah Madura. Masa depan Madura tidak ditentukan oleh seberapa luas tanah yang dimiliki, melainkan oleh amannya anak-anak tumbuh di dalam rumah atau lingkungan terbuka.
Oleh sebab itu, semuanya harus menyadari bahwa ruang siber telah menjadi belantara tempat Predator Child Grooming bersembunyi di balik profil palsu. Mereka melakukan manipulasi psikologis yang menyasar kerentanan anak-anak; kemudian merusak masa depan. Bahkan, Predator bersembunyi di balik jubah tradisi, sosok orang baik serta agamis, kedekatan keluarga, serta pertunangan dini yang dipaksakan.
Jadi? Jika terjadi pembiaran terhadap Predator Child Grooming, maka itu adalah pengkhianatan nyata terhadap darah daging sendiri dan masa depan keluarga besar, komunitas, dan peradaban. Karena Predator Child Grooming bergerak dalam lingkaran keluarga besar, merusak nalar perlindungan dengan dalih "hak milik" atau persiapan menuju kedewasaan. Maka mereka harus dilawan. Predator Child Grooming harus dihancurkan sebelum mereka menghancurkan anak-anak Anda dan Saya.
Jangan hanya takut "Aib" terbongkar, kemudian Anda diam ketika Anak-anak sudah menjadi korban (Ingatlah! Korban Predator Child Grooming mengalami luka-luka batin yang tak terobati; penderitaan jiwanya terus terbawa sepanjang hidup dan kehidupan hingga kematian menjemput).
Jika Anda dan Saya menutupi kejahatan seksual (yang dilakukan oleh Predator Child belong) terhadap anak demi nama baik keluarga; maka itu Saya samakan denga menenggelamkan korban ke dalam jurang penderitaan permanen. Sekali lagi, Ingatlah! Melaporkan kejahatan dan kebiadaban Predator Child Grooming adalah bentuk tertinggi menjaga kehormatan keluarga yang sesungguhnya.
Anda Bergerak Sekarang atau Kehilangan Generasi. Keheningan Anda dan Saya adalah oksigen segar untuk Predator Child Grooming. Jika hari ini Anda dan Saya tetap diam karena menilai kebiadaban Predator Child Grooming sebagai masalah domestik yang tidak boleh disentuh Hukum Negara; maka Saya pastikan, besok, Anda menangis, meratap, dan meraung-raung karena kehilangan masa depan anak cucumu.
Oleh sebab itu, jangan menunggu sampai anak cucu Anda menjadi korban baru Anda berani teriak dan bertindak. Sekarang adalah saatnya untuk berbicara, bergerak, dan melawan. Anda, semua elemen harus bersatu dalam satu garis pertahanan untuk menyelamatkan generasi masa depan Madura dan Indonesia.
Suara perlawanan Anda harus menggema lebih keras agar meruntuhkan nyali Predator Child Grooming.
Ngaro bareng dadi setong benteng! Tak nemmo daddi korban, biddhina deddhi perlawanan!
Bersatu menjadi satu benteng! Jangan menunggu jadi korban, jadilah garis perlawanan!
Kejahatan yang dilakukan Predator Child Grooming dimulai dari hal-hal kecil yang dinilai "normal" oleh lingkungan. Kesadaran kolektif adalah satu-satunya cara membasmi Endemi Predator Child Grooming.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming