Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Call for Action

18 April 2026   09:22 Diperbarui: 18 April 2026   10:44 496 5 1

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy



Mari Bersatu

Predator Child Grooming mengintai dari balik senyum manis penuh persahabatan.

Ia gunakan topeng kepalsuan; untuk menutupi rencana kejahatan.
Ia mencuri masa depan generasi dengan tipu muslihat.
Ia manipulasi untuk menjerat mangsa

Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan Predator Child Grooming.
Demi keselamatan anak, demi masa depan peradaban.

Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan Predator Child Grooming.
Demi keselamatan anak, demi masa depan peradaban.


Call for Action | Public Service Announcement
Call for Action | Public Service Announcement

Ratapan di Balik Senyum Predator

Sangat Banyak Orang Indonesia tak menduga dan Tidak Tahu, bahkan masa bodo! Bahwa di balik gemerlapan metropolis serta Peradaban (yang katanya semakin maju dan beradab), ada tawa riang menjadi ratapan mencekam. Ratapan bukan karena petir yang menyambar, tapi belati abstrak menikam wajah bening, suci dan polos. Menciptakan duka, stigma, serta kehancuran totalitas diri.

Pelakunya, bukan preman jalanan, gangster, dan Si Tampang Seram; tapi Sang Pelaku bertopeng Si Paman Baik, Kakak Perhatian, Kakek Sayang, dan Sang Guru Bijak, serta Pembina Spiritual. Ia merampok kepolosan, kesucian, dan ketulusan hubungan dengan tipu muslihat licin; ia merubah gang dan jalan bersih ke masa depan menjadi lorong gelap tempat iblis berbaris rapi.

Ia adalah Predator Child Grooming; ia ikut dalam barisan Iblis di Lorong Kegelapan; berjalan dengan langkah sangat sunyi; tanpa gertakan atau paksaan. Ia hadir sebagai "sahabat," pendengar setiap keresahan; bahkan seniman manipulasi, penenun kata-kata manis. Ia memasung korban dengan perhatian, sehingga logika menjadi tipis, memberi hadiah dan validasi semu. Menjerat mangsa kedalam jaringan sulit terurai.

Topengnya Terbuka ketika berhasil memuaskan syahwatnya, saat korban masih bingung dan tak mengerti apa itu ketelanjangan; dan akhirnya berujung pada ratapan kesakitan, sementara Sang Predator tersenyum karena kepuasan; kebuasan dan kebrutalan nafsu setannya telah tersalur. Kemudian membiarkan korban tergeletak lunglai semakin tak berdaya. 

Ilustrasi Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia
Ilustrasi Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia

Call for Action, Anda dan Saya Jangan Diam

Kehancuran seperti itu (akan) terus menerus berlanjut karena Anda diam, masa bodoh, cuek, dan "Ora Urus" serra "Bukan Urusan Gue!" Jika itu adalah pilihan Anda, maka suara-suara tangisan (bocah-bocah dan remaja putri) akan menjadi Paduan Suara Balada Ratapan; yang nada dan gema ratapan terus terpancar hingga bata-batas semesta.

Oke sebab itu, saatnya sekarang! Anda dan Saya harus bangkit dari Pandemi Kemalasan Perhatian terhadap kehancuran kemanusiaan yang sementara terjadi; bukankah Anak Cucu adalah kelanjutan peradaban?

Bayangkanlah jika di Masa Depan, ada jutaan orang (terutama perempuan) hidup dengan beban stigma dan luka-luka batin yang diciptakan oleh Predator Child Grooming. Mereka menjalani hidup dan kehidupan yang sangat berat; bahkan lebih ribuan kilogram dari berat badannya sendiri; serta selalu tetap meratap tanpa suara dalam kesunyian.

Mari bangun benteng pertahanan,  komunikasi, dan keterbukaan.

Mari bersatu dalam satu garis pertahanan  melawan Predator Child Grooming

Satu suara, satu tekad, satu barisan:
Demi keselamatan anak, demi masa depan peradaban.

Mari lindungi mereka, sebelum cahaya di mata itu benar-benar membatu.

Mari bersatu. Mari bicara. Mari lindungi masa depan mereka.


Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Child Grooming

Kontak WA/Telp +62818126858