Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Olahraga Bukan Sekedar Gerak, Tapi Investasi Hidup

19 April 2026   07:28 Diperbarui: 19 April 2026   08:08 93 6 3

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

Kisah Omjay kali ini diberi judul: Ketika Omjay Belajar dari Keringat: Olahraga Bukan Sekadar Gerak, Tapi Investasi Hidup

Di suatu pagi yang masih basah oleh embun, Omjay---Dr. Wijaya Kusumah---berdiri di halaman rumahnya. Matahari belum sepenuhnya naik, tapi suara burung sudah ramai menyambut hari. Seperti biasa, segelas air hangat sudah ia teguk, lalu perlahan ia mulai menggerakkan tubuhnya. Tidak ada yang istimewa dari gerakan itu---hanya peregangan sederhana. Namun dari sanalah, sebuah kebiasaan besar dimulai. Omjay jadi Fomo olahraga.


Dulu, Omjay bukanlah sosok yang begitu peduli dengan olahraga. Kesibukannya sebagai guru, penulis, dan pembicara seringkali membuatnya lupa bahwa tubuh juga butuh perhatian. Waktu terasa begitu cepat berlalu di depan laptop, di ruang kelas, atau di perjalanan menuju berbagai kegiatan literasi. Sampai suatu hari, tubuhnya memberikan "peringatan halus".

Rasa lelah datang lebih cepat. Punggung terasa pegal, dan kepala sering kali berat. Awalnya ia menganggap itu biasa---"namanya juga capek kerja," pikirnya. Tapi lama-lama, ia sadar bahwa ini bukan sekadar lelah biasa. Tubuhnya meminta sesuatu yang selama ini ia abaikan: gerak.

Sejak saat itu, Omjay mulai berubah. Ia tidak langsung menjadi atlet atau mengikuti olahraga berat. Justru ia memulai dari hal yang sangat sederhana: berjalan kaki. Setiap pagi, ia meluangkan waktu 15--30 menit untuk berjalan santai di sekitar lingkungan rumah. Kadang ditemani musik, kadang hanya ditemani pikirannya sendiri.

https://youtu.be/Vxh_ljjq2Ww?si=qUXX7O7UpHDPAMA-

Dari langkah-langkah kecil itu, Omjay menemukan sesuatu yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Olahraga bukan hanya tentang tubuh yang sehat, tapi juga tentang pikiran yang jernih. Banyak ide tulisan muncul justru saat ia berjalan. Banyak solusi dari masalah pekerjaan yang tiba-tiba terasa lebih ringan setelah tubuh bergerak.

"Menulis itu butuh pikiran yang segar, dan pikiran yang segar lahir dari tubuh yang sehat," begitu yang sering ia katakan kepada rekan-rekan guru.

Tak berhenti di situ, Omjay mulai mencoba variasi olahraga lain. Sesekali ia bersepeda, menikmati udara pagi sambil melihat aktivitas masyarakat yang mulai hidup. Di akhir pekan, ia mencoba senam ringan bersama keluarga. Bahkan, ia mulai mengajak rekan-rekan guru untuk ikut bergerak bersama, meski hanya sekadar stretching sebelum memulai aktivitas sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3