Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Olahraga Bukan Sekedar Gerak, Tapi Investasi Hidup

19 April 2026   07:28 Diperbarui: 19 April 2026   11:44 134 6 3

Tak berhenti di situ, Omjay mulai mencoba variasi olahraga lain. Sesekali ia bersepeda, menikmati udara pagi sambil melihat aktivitas masyarakat yang mulai hidup. Di akhir pekan, ia mencoba senam ringan bersama keluarga. Bahkan, ia mulai mengajak rekan-rekan guru untuk ikut bergerak bersama, meski hanya sekadar stretching sebelum memulai aktivitas sekolah.

Yang menarik, perubahan ini tidak hanya berdampak pada fisiknya. Energinya terasa lebih stabil sepanjang hari. Ia tidak mudah mengantuk saat mengajar. Suaranya lebih bersemangat saat berbicara di depan kelas. Bahkan, tulisannya terasa lebih "hidup" karena pikirannya lebih jernih.

Omjay kemudian menyadari satu hal penting: olahraga adalah investasi. Bukan investasi yang langsung terlihat hasilnya dalam sehari atau dua hari, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas hidup.

Ia sering mengibaratkan tubuh seperti kendaraan. Jika kendaraan tidak pernah dirawat, tidak pernah dipanaskan mesinnya, maka cepat atau lambat akan rusak. Begitu pula tubuh manusia. Jika terus dipaksa bekerja tanpa diberi ruang untuk bergerak dan beristirahat, maka tubuh akan "mogok" di waktu yang tidak kita duga.

Dalam berbagai kesempatan, Omjay mulai menyisipkan pesan tentang pentingnya olahraga, terutama kepada para guru. Ia memahami betul bahwa profesi guru seringkali membuat seseorang terlalu sibuk mengurus orang lain hingga lupa mengurus dirinya sendiri.

"Guru yang sehat akan melahirkan siswa yang hebat," ujarnya suatu ketika dalam sebuah pelatihan.

Ia juga menekankan bahwa olahraga tidak harus mahal atau rumit. Tidak perlu pergi ke gym dengan biaya besar. Tidak perlu alat canggih. Yang dibutuhkan hanyalah niat dan konsistensi. Jalan kaki, bersepeda, senam ringan, atau bahkan sekadar naik turun tangga sudah cukup untuk memulai.

Namun tentu saja, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada hari-hari ketika rasa malas datang. Ada pagi-pagi ketika kasur terasa lebih menarik daripada sepatu olahraga. Tapi Omjay punya satu prinsip sederhana: "Lebih baik bergerak sedikit daripada tidak sama sekali."

Ia tidak memaksakan diri untuk selalu sempurna. Jika hari itu ia hanya sempat berjalan 10 menit, ia tetap bersyukur. Karena baginya, konsistensi lebih penting daripada intensitas.

Dari kebiasaan kecil yang terus dijaga, Omjay merasakan perubahan besar dalam hidupnya. Ia menjadi lebih disiplin, lebih fokus, dan lebih bahagia. Ya, bahagia---karena olahraga ternyata juga mampu memperbaiki suasana hati.

Kini, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas tambahan dalam hidup Omjay. Ia telah menjadi bagian dari gaya hidup. Sama pentingnya dengan menulis, mengajar, dan berbagi inspirasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3