Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Jeritan Hati Negeri Seribu Sungai | Call for Action
Menyingkap Topeng Sayang | Melindungi Anak dan Remaja Putri Kalimantan Barat dari Bahaya Child Grooming

Perhatikan Infografis di atas, sejak lama, kesucian Anak-anak dan Remaja Putri di Kalimantan Barat dihancurkan oleh Kekerasan Seksual dengan modus Child Grooming. Dari riuh Pontianak, ketenangan Singkawang, hingga wilayah kabupaten seperti Bengkayang dan Sekadau, "tersambung" benang merah operasi senyap para predator. Mereka selalu awali dengan manipulasi psikologis yang sistematis, terencana, dan penuh tipu daya.
Para presiden tersebut bertopeng "Relasi Kuasa" dan Ilusi Perlindungan, sehingga publik membayangkan para predator itu sebagai sosok baik-baik dan aman pada Anak-anak dan Remaja Putri. Namun, realitas kasus di Kalimantan Barat membuyarkan sangkaan tersebut. Predator itu bersembunyi sebagai sosok yang paling dikenal dan dihormati; seperti paman, guru di sekolah, atau orang dewasa yang selalu menolong di ruang publik dan media sosial.
Dengan modal itulah, predator melumpuhkan kognisi kritis (calon) korban, mengisolasi korban dari lingkungan sosial, menanamkan rasa "istimewa;" kemudian menggeser batas-batas norma (sensitisasi tubuh) hingga tindakan melanggar hukum sebagai rahasia bersama atau "tanda cinta." Setelah itu, anak tidak merasa sebagai korban, melainkan rasa bersalah, bingung, dan terikat ancaman psikologis; memunculkan ketakutan agar melapor.
Dinamika child grooming kini makin kompleks seiring meluasnya akses digital di Kalbar. Media sosial dan aplikasi perpesanan telah menjadi lahan perburuan baru (online grooming). Pelaku dapat menjangkau remaja putri di pelosok daerah, berpura-pura menjadi teman sebaya, memberi dorongan emosional yang tak mereka dapatkan; secara perlahan meminta foto implisit hingga manipulasi agar bertemu. Ketika kasus ini akhirnya terungkap ke publik, korban anak kembali dihadapkan pada ancaman baru, korbanan sekunder. Identitas mereka disebar di media sosial, menjadi bahan gosip, hingga menerima perundungan siber. Alih-alih mendapatkan ruang aman untuk pulih, masa depan dan kondisi psikologis korban semakin runtuh akibat jejak digital yang kejam.
Memutus Rantai | Langkah Kolektif Membentengi Anak Kalbar. Menghadapi modus grooming tidak bisa lagi diwakili oleh sikap apatis atau menyalahkan korban. Oleh sebab itu perlu gerakan bersama yang terstruktur dan berkelanjutan
Tuturan Akhir
Semua Elemen di Kalbar mempunyai tugas, tanggung jawab, dan panggilan agar Merawat Masa Depan Kalimantan Barat. Anak-anak dan remaja putri di Kalbar bukan sekadar angka statistik laporan kepolisian. Mereka termasuk pemilik masa depan Negeri Seribu Sungai yang berhak tumbuh dengan rasa aman, berani bermimpi, dan bebas dari bayang-bayang eksploitasi
Sudah saatnya semuanya membuka mata dan menajamkan kepekaan. Sehingga mampu mendengar dan melihat tanda-tanda kejahatan yang dilakukan Predator Child Grooming. Jadilah sosok yang bersni meruntuhkan dinding keheningan; serta menembus batas. Dengan itu, mampu merebut Anak-anak dan Remaja Putri, yang sementara dicengkram dan korban Predator Child Grooming.
Berhentilah jadi sosok Ciptaan yang Tuli Buta Bisu Empati Kemanusiaan; sebab menjaga satu anak dari kekerasan seksual, juga bisa bermakna menyelamatkan masa depan Anak-anak dari kehancuran dan ketidakberdayaan di masa depannya.
Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming