Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Pernyataan yang menyebutkan bahwa gempa tektonik merupakan singkatan dari "teknologi elektronik" atau hasil rekayasa manusia adalah klaim sesat dan tidak berdasar secara ilmiah.
Studi Geologi dan Seismologi menunjukan bahwa Gempa Tektonik terjadi pergerakan atau pelepasan energi dari lempeng-lempeng tektonik bumi yang saling bergesekan, bertumbukan, atau menjauh. "Tektonik" berasal dari kata Tekton (bahasa Yunani tekton) berarti "pembangun" atau berkaitan dengan struktur kerak bumi. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan perangkat elektronik atau konspirasi teknologi buatan manusia. Kata Tekton muncul lebih dari 2000 Tahun lalu, ketika manusia belum bermimpi apa itu "Elektronik."
Mengaitkan gempa bumi dengan akronim atau istilah buatan yang dipaksakan, merupakan penyesatan publik dan sebaran informasi keliru (disinformasi). Tujuannya menciptakan ketakutan, sekaligus penguatan "Teori Konspirasi."
Opa Jappy | Pro Life Indonesia