Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Dunia telah berubah, begitu pula cara bahaya mendekati orang paling Anda serta Saya cintai. Jika dahulu mengajarkan anak agar tidak berbicara dengan sosok asing di taman; hari ini predator tersebut menyelinap ke kamar tidur melalui cahaya redup layar ponsel. Mereka hadir tanpa paksaan, melainkan lewat kesabaran, pujian, dan hadiah digital. Itulah metode Child Grooming---ancaman sunyi yang menargetkan kepercayaan, bukan sekadar fisik.
itulah alasan kuat Saya memaksa Anda berhenti membisu demi keselamatan maupun perlindungan buah hati. Ingat diam bukanlah emas, melainkan pembukaan pintu bagi perampok kasih sayang. Ingatlah,
Jangan menunggu sampai tragedi mengetuk pintu rumah; kemudian merampok mahkota serta kehormatan (ingat bahwa keturunan adalah kemuliaan semua orang) maupun lingkungan sekitar. Mari pertajam intuisi, tingkatkan literasi digital, dan terpenting, beranikan diri bertindak. Menfungsikan ruang percakapan terbuka mengenai batasan diri serta pengawasan aktivitas siber, merupakan satu batu bata yang menyusun benteng pertahanan bagi negeri ini.
Mari bersatu. Jadilah mata untuk mereka yang belum mengerti bahaya. Bersuaralah agar individu bungkam segera siuman dari pandemi kebodohan serta kemalasan memancarkan kepedulian terhadap kemanusiaan. Penjagaan hari ini adalah satu-satunya jaminan terciptanya Dunia yang aman untuk Generasi Masa Depan. aman di masa depan. Rapatkan barisan dalam satu garis pertahanan. Demi mereka, demi hari esok.
