Yulius Roma Patandean
Yulius Roma Patandean Guru

Guru dan Penulis Buku dari kampung di perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Menyukai informasi seputar olahraga, perjalanan, pertanian, kuliner, budaya dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Tradisi Unik Pengusungan Jenazah di Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja

30 Mei 2024   17:50 Diperbarui: 2 Juni 2024   11:14 650 13 6


Pemakaman di Toraja memiliki keunikan tersendiri. Pemakaman dalam hal ini pengusungan jenazah ke kuburan dilaksanakan dengan tradisi unik yang telah bertahan selama puluhan tahun. 

Secara khusus di wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan, keluarga dan masyarakat akan bernyanyi ketika sementara mengangkat dan mengusung peti jenazah. Tradisi yang masih menjadi bagian budaya yang kuat di Toraja bagian selatan ini hanya dilakukan oleh warga Gandangbatu dan Sillanan.

Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja ikut mengusung jenazah. Sumber: dokumentasi pribadi.
Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja ikut mengusung jenazah. Sumber: dokumentasi pribadi.

Deretan lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu dari Kidung Jemaat dan Mazmur yang dinyanyikan dalam bahasa Toraja. Lagu yang dinyanyikan dalam pengusungan jenazah ini dikenal dengan penanian dolo

Lagu akan dinyanyikan secara teratur sejak dari rumah duka hingga ke kuburan. Ada satu orang pemimpin lagu selama prosesi ini yang dikenal dengan istilah to ma'tolo' lagu.

Tradisi ini hanya dijumpai di sekitar kecamatan Gandangbatu Sillanan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang. Tradisi menyanyi penanian dolo pada kedukaan sering dijumpai pula di tanah rantau. Jadi, jika ada kelompok masyarakat di perantauan yang berduka dan melantunkan lagu-lagu seperti yang ada dalam video ini, maka dipastikan almarhum/almarhumah adalah orang Gandangbatu Sillanan.